Tes Bahasa Arab Berstandar Internasional Ternyata Digelar di Kampus ini

Tes yang diadakan secara perdana ini juga merupakan pilot project di Indonesia.

Editor: Mujib Anwar
SURYA/NENENG USWATUN HASANAH
Kegiatan tes kemampuan Bahasa Arab terstandarsasi internasional di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (14/6/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - UIN Maulana Malik Ibrahim terpilih sebagai penyelenggara tes kemampuan Bahasa Arab terstandarsasi internasional di Indonesia.

Tes yang diadakan secara perdana ini juga merupakan pilot project di Indonesia.

Tes tersebut berbeda dari tes standar bahasa arab yang dikenal dengan Test of Arabic as Foreign Language (TOAFL). Hal itu dikarenakan TOAFL diselenggarakan oleh tiap-tiap kampus yang memiliki program Bahasa Arab.

"Serta tidak mengakomodir kemampuan berbicara," jelas Koordinator tes untuk Indonesia, Ahmad Makki Hasan, Rabu (14/6/2017), di Malang.

Ia menjelaskan, tes itu diikuti oleh 450 peserta dari seluruh Indonesia. Tes tersebut diadakan mulai Senin (12/6/2017) hingga Rabu (14/6/2017).

"Bersyukur UIN Maliki dianggap mumpuni sebagai penyelenggara pilot project," tuturnya.

Baca: Dihadapan Ribuan Kalangan Intelektual, Yusuf Mansur Ajak Akademisi Muslim Dalami Al Quran

Tes standarisasi itu diselenggarakan oleh Saudi Electronic University (SEU) dan mengukur kemampuan Bahasa Arab secara keseluruhan.

Seperti aspek linguistik dalam Bahasa Arab, yaitu sintak, morfologi, semantik, dan leksikologi Arab, hingga tes berbicara Bahasa Arab yang belum pernah ada dalan tes lainnya.

"Lengkapnya, ada lima kompetensi yang dinilai, yaitu ketrampilan menulis, ketrampilan berbicara, ketrampilan membaca, ketrampilan mendengarkan, dan ketrampilan berbahasa. Masing-masing kompetensi yang dinilai itu memiliki porsi penilaian masing-masing rata 20 persen," ungkapnya.

Baca: Beri Beasiswa Dokter Kuliah Spesialis di Kampus Ternama, Situbondo Gerojok Anggaran Sebesar ini

Makki mengatakan, Menteri Pendidikan Arab Arab Saudi, Dr Azzam bin Muhammad Al Dakhell juga sempat menyatakan, bahwa program tersebut merupakan gerakan luar biasa untuk melakukan standarisasi kemampuan Bahasa Arab di dunia.

"Terutama karena Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa internasional PBB," kata dosen UIN Maliki itu.

Selain itu, Rektor SEU, Dr Abdullah bin Abdulaziz al-Mosa menjelaskan tes ini merupakan program rintisan untuk mengikuti praktik internasional dalam menilai kemampuan bahasa.

Baca: Penerimaan SBMPTN Jalur Bidikmisi UM Aneh, yang Diterima Lebih Banyak dari Kuota

Meningkatnya pembelajaran dan pengajaran Bahasa Arab di dunia menjadi latar belakang penyelenggaraan tes ini.

"Kami mengadopsi model TOEFL dan Kerangka Kerja Acuan Eropa Umum untuk Bahasa pada tes ini," katanya. (Surya/Neneng Uswatun Hasanah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved