TribunJatim/

28 PTN Baru Kompak Bentuk Lembaga Sertifikasi Profesi, Tujuan Besar Inilah yang Dibidik

Komitmen itu muncul, Selasa (20/6/2017), usai mengikuti rapat koordinasi di UPN Veteran Jatim.

28 PTN Baru Kompak Bentuk Lembaga Sertifikasi Profesi, Tujuan Besar Inilah yang Dibidik
SURYA/HABIBUR ROHMAN
36 Rektor PTN Baru di Indonesia usai menandatangani naskah "Deklarasi Kampus Bela Negara"di UPN Veteran Jatim, Selasa (20/6/2017), di Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak 28 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Baru Se-Indonesia berkomitmen mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Komitmen itu muncul, Selasa (20/6/2017), usai mengikuti rapat koordinasi di UPN Veteran Jatim, di Surabaya.

Rektor UPN Veteran Jatim, Prof Teguh Soedarto mengungkapkan upaya pendirian LSP sebagai persiapan menyiapkan lulusan di dunia kerja.

“Kami memahami harus menyiapkan lulusan perguruan tinggi untuk bersaing di lapangan kerja. Untuk itu saat ini kami mendatangkan ketua BNSP untuk memberikan sosialisasi pentingnya sertifikasi dan pendirian LSP. Kami sepakat kedepannya akan menyediakan sertifikasi,” jelasnya pada Surya.

Untuk menyiapkan LSP, UPN Jatim juga telah menyesuaikan kurikulum sesuai dengan standarisasi penilaian sesuai dengan persyaratan BNSP.

Jadi selesai menyelesaikan kuliah, mahasiswa bisa memenuhi kriteria dalam ujian sertifikasi.

“Nantinya LSP tingkat 1, digunakan untuk alumnus UPN. Saat ini sudah dilakukan visitasi fasilitas dan tim yang melakukan kajian di unit LSP yang direncanakan di gedung rektorat,” ujarnya.

Kantor LSP ini, sudah menyiapkan 213 skema profesi. Skema ini sudah mengcover seluruh prodi di UPN. Selain itu, sudah ada 62 dosen yang jadi asesor setelah pelatihan di BNSP.

Selain mendapat sosialisasi terkait pembentukan LSP, 28 PTN ini mewakili 36 PTN baru yang dibentuk sejak 2010 hingga 2014.

Mereka mendeklarasikan nasionalisme dan Bela Negara. Dikatakan Teguh, deklarasi bela negara merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi sebagai sumber pemahaman ideologi pancasila, UUD 1945 dan dasar negara lainnya.

Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Baru, Prof Syafsir Akhlus menjelaskan, pembentukan LSP sebagai bentuk mendekatkan hasil dari perguran tinggi dengan kebutuhan dan permintaan pasar.

“Katanya sering tidak ada link and match antara PTN dengan Industri. Salah satunya karena putusnya komunikasi. LSP ini akan menjembatani komunikasi ini,” jelas rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau ini.

Ia juga menekankan agar PTN baru bisa meningkatkan akademik dan sarananya. Sehingga bisa sejajar dan mengejar prestasi PTN lainnya.

Sementara itu, terkait deklarasi bela negara, ia mengungkapkan halnini sebagau upaya akademisi untuk mengembalikan ideologi yang mulai luntur.

“Kami dari kampus ingin meneguhkan kembali sebagai kampus bela negara. Bela negara tidak harus dimasukkan dalam mata kuliah langsung, tetapi semangat bela negaranya,” tegasnya. (Surya/Sulvi Sofiana)

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help