10 Pelajar Asyik Main PS Dirazia Satpol PP Lamongan

Meski sering dirazia Satpol PP Lamongan, ternyata tidak membuat jerah para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Hanif manshuri
Para siswa SLTA sederajat yang terjaring razia Satpol PP. Mereka bolos sekolah dan lebih memilih nongkrong di warung dan main PS, Rabu (2/8/2017) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN – Meski sering dirazia Satpol PP Lamongan, ternyata tidak membuat jerah para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat.

Banyak siswa SMA dan SMK swasta yang mbolos dan memilih cangkrup di sejumlah warung kopi dan tempat persewaan play stasion.

Seperti yang terjadi, sebanyak 10 siswa terjari g razia petugas Satpol PP di sejumlah warung tongkrongan dan tempat PS, Rabu (2/8/2017).

Diantara para siswa yang terjaring ini ada yang pernah terjaring dan pemula bolos.
Mereka kedapatan sedang tidak.masuk sekolah dan pilih membolos cangkrukan.

Parahnya saat di warung dan tempat PS, para siswa ini tidak ada yang berusaha menutup seragam atau atribut sekolahnya.

Mereka terang - terangan tetap mengenalan seragam yang berlaku hari ini. Saat dirazia, tidak nampak wajah ketakutan diantara para siswa ini.

"Ada yang malah cengingisan alias tertawa lepas,"ungkap Bambang Yustiono, Kasi Pengamanan dan Ketertiban, Satpol PP Lamongan, kepada Surya, Rabu (2/8/2017).

Ada banyak alasan para siswa ini membolos pada jam sekolah. Diantaranya, ada yang gak sedang dengan mata pelajaran jam.itu.

Ada juga yang.memang sedang malas masuk sekolah dan ada yang kerepotan alasan.
Para siswa yang terjaring langsung digelandang ke Kantor Satpol PP untuk pembinaan dan pendataan.

Mereka tidak begitu saja dilepas. Pihak guru dan orang tua dipanggil agar tahu jika anak didik atau anak mereka membolos pada jam pelajaran.

Para siswa ini terjaring di sejumlah warung di jalan Veteran dan jalan Mastrip Made.
Seperti biasanya, mereka yang terjaring diwajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi bolos sekolah.

Surat pernyataan bermeterai Rp 6000 ini disaksikan guru dan orang tua.(Surya/Hanif manshuri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved