Dinas PU SDA-BK Lamongan Akan Segera Normalisasi Sungai Kaliotik yang Alami Pendangkalan

Proyek normalisasi Sungai Kaliotik ini bakal dilakukan sepanjang kurang lebih satu kilometer.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Hanif Manshuri
DINORMALISASI - Sungai Kaliotik di Kabupaten Lamongan direncanakan akan dinormalisasi pada tahun 2026 sebagai upaya mengatasi sedimentasi dan menjaga kelancaran aliran air di kawasan permukiman warga, Selasa (14/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Proyek normalisasi Sungai Kaliotik ini akan dilakukan sepanjang kurang lebih satu kilometer.
  • Pemerintah daerah berharap aliran air di Sungai Kaliotik dapat kembali normal sehingga distribusi air untuk irigasi pertanian menjadi lebih lancar dan merata.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (PU SDA-BK) Kabupaten Lamongan berencana melakukan normalisasi Sungai Kaliotik pada tahun 2026 ini. 

Langkah ini diambil sebagai upaya mengatasi pendangkalan sungai yang dinilai cukup parah dan berdampak langsung pada sektor pertanian.

Baca juga: AZKO Kini Hadir di Pasuruan, Tawarkan Solusi Kebutuhan Rumah & Gaya Hidup Modern

Diketahui, Sungai Kaliotik mengalami pendangkalan hingga hampir mencapai satu meter.

Kondisi tersebut terjadi akibat sedimentasi yang berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan optimal. 

Akibatnya, aliran air di sungai tersebut menjadi tersendat dan tidak mampu mengaliri lahan pertanian secara maksimal.

Kepala Dinas PU SDA dan Bina Konstruksi Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, dikonfirmasi melalui Kabid Operasi dan Pemeliharaab SDA dan Bina Konstruksi Lamongan, Saikhu, menjelaskan bahwa normalisasi ini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan suplai air bagi petani.

Menurutnya, sedimentasi yang menumpuk di sejumlah titik menyebabkan aliran air, baik dari arah selatan maupun utara, kerap terhambat bahkan terhenti.

"Air dari selatan maupun utara kadang harus terhenti di bagian-bagian yang mengalami sedimentasi," ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Erwin menambahkan, proyek normalisasi Sungai Kaliotik ini akan dilakukan sepanjang kurang lebih satu kilometer.

Pekerjaan tersebut merupakan kelanjutan dari program normalisasi sebelumnya yang telah dilaksanakan di wilayah utara Jalan Lingkar Utara (JLU) sekitar 1 kilometer.

Untuk tahap berikutnya, normalisasi sepanjang 1 kilometer akan difokuskan di sisi selatan JLU hingga mencapai perbatasan jembatan selatan.

Area tersebut dinilai menjadi salah satu titik krusial yang membutuhkan penanganan segera karena tingkat pendangkalan yang cukup tinggi.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap aliran air di Sungai Kaliotik dapat kembali normal sehingga distribusi air untuk irigasi pertanian menjadi lebih lancar dan merata.

Selain itu, normalisasi juga diharapkan mampu mengurangi potensi genangan maupun risiko banjir akibat aliran sungai yang tidak optimal.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved