TribunJatim/

Dibalik Pembakaran Permukiman Rohingya, Jurnalis BBC Temukan Banyak Kamuflase Fakta Mengejutkan

Semua berbicara sebuah rencana penghancuran yang disengaja militer Myanmar dan kelompok massa Rakhine, dan pelanggaran HAM yang mengerikan.

Dibalik Pembakaran Permukiman Rohingya, Jurnalis BBC Temukan Banyak Kamuflase Fakta Mengejutkan
BBC Indonesia
Desa Gaw Du Thar Ya di Myanmar yang dibakar hingga menjadi abu dan arang. 

TRIBUNJATIM.COM - Lebih dari 300.000 orang yang telah meninggalkan negara bagian Rakhine ke Bangladesh selama dua minggu terakhir semuanya berasal dari distrik Maungdaw, Buthidaung dan Rathedaung, wilayah terakhir di Myanmar dengan populasi Rohingya yang belum terusir ke kamp-kamp pengungsian.

Daerah-daerah ini sulit dijangkau. Jalannya buruk, dan siapa pun yang mau ke sana harus meminta izin khusus, yang jarang diperoleh wartawan.

Jadi, kami langsung mengambil kesempatan untuk bergabung dalam perjalanan kunjungan yang diselenggarakan oleh pemerintah ke Maungdaw, yang dijatah untuk 18 wartawan lokal dan asing.

Perjalanan ini akan berarti jika kita bisa melihat tempat dan menemui orang-orang di lapangan. Tapi terkadang, meski di bawah pembatasan, kita tetap bisa mendapatkan wawasan berharga.

Betapa pun, pemerintah memiliki pandangan yang perlu didengar juga.

Sekarang mereka menghadapi pemberontakan bersenjata, meskipun banyak yang beranggapan, hal itu disebabkan perbuatan mereka sendiri.

Konflik komunal di negara bagian Rakhine memiliki sejarah yang panjang, dan akan sulit dihadapi pemerintah mana pun.

Setibanya di Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine, kami diberi instruksi. Tidak ada yang boleh meninggalkan kelompok atau mencoba bekerja secara mandiri.

Jam malam diberlakukan pada pukul 6 sore, jadi tidak boleh berkeliaran setelah gelap.

Kami boleh meminta untuk pergi ke tempat-tempat yang menarik perhatian kami; dalam praktiknya permintaan semacam itu ditolak dengan alasan keamanan.

Halaman
1234
Editor: Mujib Anwar
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help