Gara-gara Balon Udara, 50 Hektar Hutan di Ponorogo Ludes Terbakar
Hutan yang mestinya dijaga kelestariannya harus terbakar akibat ulah orang yang mau menuruti kesenangannya.
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Dari lima wilayah hutan yang dikelola Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu, hanya hutan di Ponorogo yang terbakar pada musim kemarau tahun 2017.
Wakil Adm KPH Lawu Adi Nugroho menuturkan, hutan yang terbakar pada musim kering tahun ini mencapai sekitar 50 hektar.
"Tahun ini hanya hutan di Ponorogo yang terbakar. Luasnya sekitar 50 hektar," kata Adi, saat dikonfirmasi, Rabu (4/10/2017).
Menurutnya, sumber atau penyebab kebakaran di Ponorogo sebagian besar disebabkan balon udara.
"Di Ponorogo penyebabnya, balon udara," kata Adi.
(BRAEAKING NEWS - Home Industri Keripik Tempe di Kota Malang Terbakar, Lima Orang Terjebak)
Dikatakan, jumlah areal hutan yang terbakar pada tahun ini jauh lebih berkurang. Berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan untuk pencegahan kebakaran.
Di antaranya, membentuk satuan tugas pengendali kebakaran (satgas dalkar). Selain itu, KPH Lawu merekrut masyarakat untuk memantau jalur pendakian.
"Ada yang mendaki Gunung Lawu dari Pos 3 sampai Pos 5 dan dari Pos 3 sampai Pos 1. Memantau terkait dengan keberadaan api," katanya.
(Sekolahnya Ludes Terbakar, Kepala Sekolah ini Malah Diperas Kapolres untuk Lepas Police Line)
Masyarakat tersebut, kata Adi, digaji bulanan. Jumlah masyarakat yang direktur sebanyak 60 orang.
"Sebelumnya kami libatkan masyarakat, tetapi tugasnya tidak seperti itu. Mereka hanya terlibat pada saat pemadaman. Pada tahun ini kami merekrut khusus untuk memantau," ucapnya.
Selain itu, masyarakat yang direkrut juga bertugas memberikan sosialsisi dan pendekatan kepada para pendaki agar tidak membuat api unggun sembarangan.
Langkah lain, pihak KPH Lawu membuat ilaran atau sekat bakar. Ilaran adalah batas penyekatan atau pembersihan kawasan hutan secara melingkar.
(Awas Jembatan Suramadu Ditutup dan Macet Total, ini Penyebabnya)
Ilaran berfungsi mencegah api meluas ketika terjadi kebakaran hutan, sehingga api dapat dilokalisir dan tidak merambat ke wilayah lain yang lebih luas. (Surya/Rahadian Bagus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/hutan-terbakar_20170717_235348.jpg)