Hilmi Disanksi Seumur Hidup Imbas Tendangan Brutal, Askab PSSI Tulungagung Soroti Nominal Denda
Komdis PSSI Jatim menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada M. Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan.
Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Pemain Putra Jaya Pasuruan, M. Hilmi Gimnastiar, mendapat larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup akibat tendangan brutal terhadap Firman Nugraha dari Perseta 1970 Tulungagung dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur.
- Sekretaris Askab PSSI Tulungagung, Hariyanto, mendukung sanksi larangan bermain seumur hidup, tetapi menilai dendanya terlalu ringan
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada M. Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan.
Sanksi tersebut buntut dari tendangan brutal Hilmi kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, pada Senin (5/1/2026) di Bangkalan, Madura, saat pertandingan Liga 4 Jawa Timur.
Putusan Komdis PSSI Jatim ditandatangani Ketua Komdis, Samiadji Makin Rahmat, pada Selasa (6/1/2026).
Hilmi dinyatakan bersalah melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 juncto Pasal 10 juncto Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025, dijatuhi denda Rp 2.500.000, dan dilarang beraktivitas sepak bola seumur hidup.
Namun Komdis juga memberi kesempatan Hilmi untuk mengajukan banding atas putusan ini.
Sekretaris Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Tulungagung, Hariyanto, mengaku sangat setuju dengan sanksi larangan bermain seumur hidup.
“Sanksi itu sudah pas, karena kalau dibolehkan dia akan membahayakan ke pemain lainnya. Sepakbola kok seperti pencak silat,” ujar Hariyanto, saat dihubungi Selasa malam.
Baca juga: Pemain Perseta 1970 Tulungagung Terkapar Usai Terkena Tendangan Kungfu, Pertandingan Memanas
Namun Hariyanto menilai, denda yang dijatuhkan PSSI terlalu ringan. Seharusnya denda diperbesar, untuk menjadi peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan perbuatan serupa.
Apalagi denda ini nantinya dibayarkan oleh klub, bukan oleh yang bersangkutan.
“Sebenarnya kasihan juga. Tapi dengan perlakuannya seperti itu, sebagai Sekretaris Askab PSSI Tulungagung, saya tidak terima,” tegas Hariyanto.
Terkait peluang banding yang bisa mengubah sanksi, Hariyanto mengaku akan turut mencermati.
Menurutnya, jika ada banding dan sanksi itu diubah, pihaknya juga akan melakukan langkah hukum.
“Kami masih diskusi lebih jauh, tapi kalau sanksi diubah lewat banding, kami juga tempuh jalur hukum,” tegasnya.
Hariyanto mengaku klub di bawah Askab PSSI Tulungagung ini dirugikan dengan absennya Firman.
Komdis PSSI Jatim
Hilmi Gimnastiar
Putra Jaya Pasuruan
Perseta 1970 Tulungagung
Firman Nugraha
Askab PSSI Tulungagung
| Langkah Perseta 1970 Tulungagung Kandas di 32 Besar, Kasus Tendangan Kungfu Dalam Kajian |
|
|---|
| Askab PSSI Tulungagung Dukung Langkah Hukum atas Tendangan Brutal Pemain Putra Jaya |
|
|---|
| Kronologi Tendangan Kungfu Hilmi Gimnastiar ke Pemain Perseta 1970, Jejak Sol Sepatu Membekas |
|
|---|
| Komdis PSSI Jatim Tegas soal Kasus Tendangan Kungfu di Liga 4, Sanksi Seumur Hidup |
|
|---|
| Komdis PSSI Jatim Larang Pemain Putra Jaya Pasuruan Hilmi Beraktivitas Sepak Bola Seumur Hidup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/tendangan-kungfu-pemain-Putra-Jaya-Pasuruan-Hilmi-pada-pemain-Perseta-1970-Tulungagung-Firman.jpg)