Hilmi Disanksi Seumur Hidup Imbas Tendangan Brutal, Askab PSSI Tulungagung Soroti Nominal Denda

Komdis PSSI Jatim menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada M. Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
YouTube/PSSI Jatim
TENDANGAN KUNGFU - Tangkapan layar saat pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha dalam kompetisi Liga 4 Jawa Timur, di Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026). Tendangan kungfu ini memicu kemarahan publik sepak bola Tulungagung, bahkan secara nasional. 

Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada M. Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan.

Sanksi tersebut buntut dari tendangan brutal Hilmi kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, pada Senin (5/1/2026) di Bangkalan, Madura, saat pertandingan Liga 4 Jawa Timur.

Putusan Komdis PSSI Jatim ditandatangani Ketua Komdis, Samiadji Makin Rahmat, pada Selasa (6/1/2026).

Hilmi dinyatakan bersalah melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 juncto Pasal 10 juncto Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025, dijatuhi denda Rp 2.500.000, dan dilarang beraktivitas sepak bola seumur hidup.

Namun Komdis juga memberi kesempatan Hilmi untuk mengajukan banding atas putusan ini.

Sekretaris Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Tulungagung, Hariyanto, mengaku sangat setuju dengan sanksi larangan bermain seumur hidup.

“Sanksi itu sudah pas, karena kalau dibolehkan dia akan membahayakan ke pemain lainnya. Sepakbola kok seperti pencak silat,” ujar Hariyanto, saat dihubungi Selasa malam.

Baca juga: Pemain Perseta 1970 Tulungagung Terkapar Usai Terkena Tendangan Kungfu, Pertandingan Memanas

Namun Hariyanto menilai, denda yang dijatuhkan PSSI terlalu ringan. Seharusnya denda diperbesar, untuk menjadi peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan perbuatan serupa.

Apalagi denda ini nantinya dibayarkan oleh klub, bukan oleh yang bersangkutan.

“Sebenarnya kasihan juga. Tapi dengan perlakuannya seperti itu, sebagai Sekretaris Askab PSSI Tulungagung, saya tidak terima,” tegas Hariyanto.

Terkait peluang banding yang bisa mengubah sanksi, Hariyanto mengaku akan turut mencermati.

Menurutnya, jika ada banding dan sanksi itu diubah, pihaknya juga akan melakukan langkah hukum.

“Kami masih diskusi lebih jauh, tapi kalau sanksi diubah lewat banding, kami juga tempuh jalur hukum,” tegasnya.

Hariyanto mengaku klub di bawah Askab PSSI Tulungagung ini dirugikan dengan absennya Firman.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved