TribunJatim/

Belum Berizin, Mojosemi Forest Park Sarangan Sudah Beroperasi, PT Perhutani Dilaporkan Jokowi

Surat pengaduan ke Presiden Jokowi juga ditembuskan ke Menteri Kehutanan, Gubernur Jatim, Bupati Magetan dan UPTD PT Perhutani.

Belum Berizin, Mojosemi Forest Park Sarangan Sudah Beroperasi, PT Perhutani Dilaporkan Jokowi
SURYA/DONI PRASETYO
Wahana Wisata Hutan Mojosemi atau Mojosemi Forest Park, di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan yang diduga belum berizin, tapi sudah beroperasi, Senin (9/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN -  Sembilan bulan beroperasi, Wahana Wisata Hutan Mojosemi atau Mojosemi Forest Park, di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ternyata belum berizin. Padahal tempat wisata ini memiliki penginapan seharga Rp 950 ribu semalam.

Aneh, meski belum punya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP), dan Izin Operasional, Mojosemi Forest Park ini sudah punya Izin Prinsip dari Bupati Magetan.

"Persyaratan dibawahnya sebagai dasar belum punya, izin prinsip dari Bupati Magetan kok malah sudah keluar. Padahal untuk mendapat izin prinsip dasarnya izin itu. Ada apa dengan Bupati Magetan," tegas Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patriot Noorman Susanto kepada Surya, Senin (9/10/2017).

(Panglima TNI Gatot Nurmantyo Sebut Presiden Jokowi Bingung, Ada Apa?)

Dengan adanya indikasi dugaan penyimpangan itu, LPKSM Patriot lalu membuat surat ke Presiden Jokowi dengan tembusan Menteri Kehutanan, Gubernur Jatim, Bupati Magetan dan UPTD PT Perhutani di Magetan.

"Saya sudah ke PT Perhutani Lawu DS sebagai lembaga yang membawahi hutan Mojosemi itu. Tapi, sampai hari ini sudah sepekan lebih, permintaan saya soal surat izin penggunaan lahan itu belum juga ditunjukkan. Ini semakin menguatkan dugaan adanya penyimpangan diusaha wisata itu," ujarnya.

Menurut Noorman, selain masalah izin, persantase bagi hasil yang konon dibuat PT Perhutani juga tidak masuk akal dan melanggar Undang Undang Kehutanan. Karena yang didapat pengelola lahan lebih besar dibanding pemilik sarana.

"Persentase bagi hasil itu tidak masuk akal. Disitu disebutkan, pemilik lahan (PT Perhutani) sebesar 60 persen, sedang pengelola Mojosemi Forest Park Masing masing sebesar 20 persen," kata Noorman.

(Tak Peduli Presiden, Jokowi Harus Jalan Kaki 3 Km ke Lokasi Peringatan HUT TNI, ini Penyebabnya)

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magetan, Joko Trihono, tidak banyak memberikan jawaban terkait belum dipunyai izin taman wisata hutan di Mojosemi, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Magetan itu.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help