Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Setya Novanto 'Hilang', Generasi Muda Partai Golkar Cium Adanya Aksi Kabur ke Luar Negeri

Penyidik KPK geruduk kediaman Ketua DPR RI Setya Novanto pada Rabu (15/11/2017) malam kemarin. Kedatangan KPK bersama personel...

KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto saat ditemui sela-sela seminar nasional Fraksi Partai Golkar MPR RI, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Penyidik KPK geruduk kediaman Ketua DPR RI Setya Novanto pada Rabu (15/11/2017) malam kemarin.

Kedatangan KPK bersama personel Polri ke rumah di Jalan Wijaya, tadi malam merupakan aksi penjemputan paksa usai KPK mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Sayangnya, Setya Novanto tak tampak berada di rumah tersebut maupun dibawa petugas KPK.

Hingga kini pun keberadaannya belum diketahui.

(Lumpur di Jalan Ir. Soekarno Surabaya Tenyata Berasal dari Proyek Pipa PDAM, Kalau Retakan Aspalnya?)

Menanggapi hal ini, Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menduga Setya Novanto telah meninggalkan Indonesia dan kini sedang berada di luar negeri.

Hal tersebut dikatakan oleh pengurus GMPG Mirwan BZ Vauly.

"Kalau aparat (Direktorat Jenderal) Imigrasi bekerja profesional dan berintegritas tinggi, SN tentulah masih ada di Indonesia," kata Mirwan saat dihubungi Tribunnews.com, Jakarta pada Kamis (15/11/2017).

Mirwan mengatakan tanda-tanda Novanto 'kabur' ke luar negeri sebenarnya sudah bisa dicium.

Novanto diketahui melayangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terhadap Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Sompie atas pencegahannya ke luar negeri.

Mirwan berpendapat bahwa gugatan tersebut untuk membuka pencegahan terhadap Novanto.

"Saya kira orang seperti dia, akan bersembunyi di tempat yang pasti tidak bisa dijangkau banyak orang, alias tempat mewah," ungkapnya.

Mirwan meminta agar Novanto segera menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk diperiksa terkait statusnya sebagai tersangka korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.

"Dan yang terpenting juga, SN dan pengacaranya berhenti terus menerus menganggap bahwa penegakan hukum itu adalah alat kekuasaan semata. Sedikit sedikit ketemu presiden, minta tolong presiden," kritik dia.

(Truk Seruduk Pengendara Sepeda Motor di Karangpilang, Satu Orang Dinyatakan Tewas di Lokasi)

Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Tribunnews.com dengan judul Generasi Muda Partai Golkar Duga Setya Novanto Berada di Luar Negeri

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved