Kepergok, Pencuri di Gresik ini Tega Menghabisi Tetangganya Sendiri

Aksi pembunuhan tersebut terungkap ketika korban yang meninggal dunia pada Kamis (14/12/2017), dimandikan tetangga.

Kepergok, Pencuri di Gresik ini Tega Menghabisi Tetangganya Sendiri
Surya/sugiyono
- Muhammad Choirul alias Maman Alias Gugung dibawa ke Mapolres Gresik akibat merncuri disertai membunuh korban yang masih tetangga sendiri, Rabu (20/12/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Muhammad Choirul alias Maman Alias Gugung (39), warga Jalan Sindujoyo, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik nekat mencuri disertai dengan aksi kekerasan dan membunuh korbannya Maratus Sholikhah (37), yang masih tetangga sendiri.

Aksi pembunuhan tersebut terungkap ketika korban yang meninggal dunia pada Kamis (14/12/2017), dimandikan tetangga. Ternyata, petugas yang memandikan jenazah korban melihat ada bekas cekikan di leher.

Namun, warga tetap memakamkan jenazah korban di pemakaman umum. Tapi, pihak keluarga korban curiga meninggalnya almarhum Maratus Sholikhah, sehingga tetap melaporkan ke Polsek Gresik Kota. Atas laporan itu, anggota Satreskrim Polres Gresik ikut menyelidiki meninggalnya janda yang baru ditinggal pisah dengan suaminya.

Akhirnya, ditemukan hal yang mencurigakan, diantaranya uang, telepon perhiasan (Ponsel) dan perhiasan hilang dari rumah korban. Setelah dihubungi, ternyata ponsel tersebut dibawa Tiya Gadzella Agustina penjaga warung kopi.

Dari ponsel tersebut, anggota Satreskrim Polres Gresik mencari tersangka yang sedang bekerja di laut. Setelah, ditangkap, tersangka mengakui telah mencuri barang milik korban.

Desa Kademangan Jombang yang Sejak 1964 Jadi Langganan Banjir

"Tersangka nekat menghabisi nyawa korban karena ada perlawanan ketika korban mengambil perhiasan, uang dan ponsel," kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro, Rabu (20/12/2017).

Atas aksi pencurian disertai pembunuhan itu, ditemukan barang bukti berupa dua buah ponsel, sebuah bantal, celana jins, kaos dan puntung rokok.

Sedangkan atas perbuatannya itu, tersangka dikenakan pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Sementara, tersangka nekat menghabisi nyawa korban karena dikawatirkan berteriak ketika barang-barang berharganya diambil. "Korban teriak , takut ketahuan akhirnya dicekik," kata Gugung. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help