Operasi Pasar Tidak Berpengaruh, Harga Sembako di Magetan Terus Melonjak

Yang paling mencolok yaitu harga telur, naik cukup signifikan dari 18.000 per kilogram, menjadi Rp 24.000 per kilogram.

Operasi Pasar Tidak Berpengaruh, Harga Sembako di Magetan Terus Melonjak
SURYA/RORRY NURMAWATI
Pembukaan operasi pasar murah yang digelar Bulog di Mojokerto, Jumat (25/8/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sejak sepekan lalu harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran di tlatah lereng Gunung Lawu, kabupaten magetan merangkak naik setiap harinya. Tidak hanya harga beras dan telur sayuran pun ikut ikutan melonjak.

Sepekan lalu, beras IR 64, beras standar rakyat, harganya masih dikisaran Rp 9000 per kilogram, tapi sekarang mencapai Rp 11.000 per kilogram.

Yang paling mencolok yaitu harga telur, naik cukup signifikan dari 18.000 per kilogram, menjadi Rp 24.000 per kilogram.

"Kalau sembako naik, meski sampai lebih Rp 5000, masih dianggap wajar. Walau pun itu berat di rakyat. Namun kalau sayuran, seperti sawi yang biasanya seikat (until) hanya Rp 2000, saat ini seharga Rp 5000 per ikat," kata Sumirah, pedagang telur di Pasar Sayur, Magetan kepada Surya, Senin (25/12/2017).

Umumnya, tambah Sumirah, penyebab kenaikkan harga sembako dan kebutuhan hidup lainnya pedagang mengaku tidak mengetahui. Mereka tahunya, saat belanja dagangan, semua naik, sedang stock gudang kosong.

"Saya pedagang kecil, seperti kebanyakkan pedagang di Pasar Sayur, otomatis kalau kulakan naik, harga jual pedagang Pasar Sayur juga naikkan harga," kata warga Dusun Banjar Mlati, Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan/Kabupaten Magetan ini.

Kenaikan harga sembako ini, menurut Harni, pedagang beras di pertokoan Pasar Sayur, Magetan, meski tidak mendadak melonjak , namun setiap harinya kenaikkan harga beras itu begitu terasa.

"Kenaikkan harga beras itu hampir setiap hari, antara Rp 500 - Rp 1000 per kilogram. Jenis IR 64, beras standar rakyat dan pandan wangi hanya terpaut Rp 1000 per kilogran. Sebelumnya harga beras untuk IR 64 Rp 9000/kilogram, beras Pandan Wangi Rp 10.000/ kilogram," kata Harni warga Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Senin (25/12).

Hal yang sama juga dikatakan Tukinem, pemilik Toko Bayan, yang menjual pracangan dan beras jenis IR 64 di dalam Pasar ini.

Inilah Kronologi Truk Trailer Rem Blong dan Tabrak 9 Rumah Warga

Bahkan menurutnya, kenaikkan harga sembako ini melebihi kenaikkan harga sembako menjelang Idul Fitri dan Idul Adha lalu

"Selain beras jenis IR 64, saya tidak menjual. Karena menjual jenis diatas beras standar ini (IR 64) lama lakunya. Beras IR 64 sekarang saja harganya sdh Rp 11.000 per kilogram. Kalau jenis lain diatas IR 64, mungkin harganya bisa sampai Rp 12.000 - Rp 13.000 per kilogram," kata Tukinem yang lebih suka dipanggil Bu Bayan ini.

Bupati Magetan Sumantri, sebelumnya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sayur Magetan mengatakan, tidak ada kenaikkan harga sembako, menghadapi hari raya Natal dan Tahun Baru, dianggap warga Magetan dan pedagang Pasar Sayur sebagai pelipur lara. (Surya/Doni Prasetyo).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help