TribunJatim/

Jalan Tol Solo-Kertosono Mau Beroperasi, 1627 Bidang Tanah untuk Overpass Belum Dibebaskan

Percepatan operasi tol Tol Solo-Ngawi-Kertosono (SoKer) dengan banyaknya lahan yang belum dibebaskan.

Jalan Tol Solo-Kertosono Mau Beroperasi, 1627 Bidang Tanah untuk Overpass Belum Dibebaskan
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Pengerjaan overpass Tol Solo-Ngawi-Kertosono (SoKer) dikebut. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Sebanyak 1627 bidang tanah di ruas jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono (SoKer) di wilayah Kabupaten Madiun belum dibebaskan.

Kepala Madiun'>BPN Kabupaten Madiun Budi Martono mengatakan, dari 1627 bidang tanah tersebut, sekitar 900 di antaranya sudah di-appraisal dan sekitar 800 di antaranya sudah setuju dengan harga appraisal.

"Dari 1627 yang sudah diappraisal sembilan ratusan, sisanya masih proses appraisal. Dari yang sudah diappraisal delapan ratusan lebih menyatakan persetujuannya," kata Budi saat dihubungi, Jumat (9/2/2018).

Ia menuturkan, 1627 bidang tanah tersebut digunakan untuk pembangunan overpass atau jalan penghubung antar desa dengan luas total 265.684 meter persegi.

1627 bidang tanah untuk keperluan jalan overpass tersebut tersebar di 7 wilayah yakni Desa Bagi, Warurejo, Bongsopotro, Bajulan, Sukorejo, Wonoayu dan Kuwu.

Sedangkan besar ganti rugi, kata Budi bervariasi tergantung dengan lokasi tanah di antara Rp 214 ribu/meter hingga 1.120.000/meter.

Budi menambahkan, meski pengerjaan overpass belum selesai, namun saat ini pengecoran di ruas jalan tol dari Ngawi hingga Wilangan-Nganjuk sudah selesai dan bisa dilalui.

"Untuk ruas jalan sudah tidak ada masalah. Sudah bisa dioperasikan dan sudah mulus jalannya. Untuk overpass yang belum selesai bisa sambil jalan namun tetap kita upayakan percepatan pembebasan lahan," tegas Budi.

Budi menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan BPN untuk mempercepat pembangunan tol Solo-Kertosono.

Termasuk di antaranya pembangunan jalan utama dari Surabaya-Madiun menuju gerbang tol GT Madiun atau pertigaan Dumpil, Kabupaten Madiun. (Surya/Rahadian Bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help