Breaking News

Kampung e-Learning Banyuwangi, Berikan Akses Bimbel Gratis di Desa-Desa

Kuota PNS guru juga terbatas. Di daerah yang memiliki wilayah luas seperti Banyuwangi, ketersediaan guru yang berkualitas

Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, saat penandatangan kesepakatan kolaborasi bersama CEO Ruangguru Belva Syah Devara di Balai Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Senin (12/2/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Ketersediaan dan kualitas guru masih sering menjadi permasalahan bagi pendidikan di Indonesia. Terutama di desa, yang sering kekurangan tenaga guru.

Guru terbatas. Kuota PNS guru juga terbatas. Di daerah yang memiliki wilayah luas seperti Banyuwangi, ketersediaan guru yang berkualitas untuk pemerataan kualitas pendidikan, menjadi permasalahan tersendiri.

Untuk itu, Pemkab Banyuwangi meluncurkan Kampung e-Learning berkolaborasi dengan perusahaan teknologi pendidikan, Ruangguru, untuk mendorong pemerataan pendidikan berkualitas hingga ke desa.

"Ruangguru ini sudah tiga kali diundang oleh Presiden Jokowi untuk presentasi program di sidang kabinet. Jadi kualitasnya sudah terpercaya," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, setelah penandatangan kesepakatan kolaborasi bersama CEO Ruangguru Belva Syah Devara di Balai Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Senin (12/2/2017).

Apalagi pembelajaran berbasis digital ini memungkinkan dilakukan seiring keberadaan program ”Smart Kampung”, yang memacu masuknya teknologi informasi di desa-desa di Banyuwangi.

Baca: Geram dan Tak Terima Putrinya Didoakan Jelek, Denada Laporkan Netizen Ini dan Gandeng Pengacara

Abdullah Azwar Anas, mengatakan, kolaborasi ini membuka akses seluas mungkin bagi pelajar desa untuk mendapatkan berbagai pembelajaran berbasis digital secara gratis.

”Selama ini yang bisa dapat les tambahan atau bimbel (bimbingan belajar) hanya pelajar dari keluarga mampu di pusat kota. Dengan program ini, pelajar dari keluarga kurang mampu di desa pun bisa mendapatkan bimbel berkualitas dengan metode belajar yang standart," jelas Abdullah Azwar Anas,.

Program ini dilaksanakan di 24 desa di 24 kecamatan dari 25 kecamatan yang ada di Banyuwangi. Kecamatan yang tidak termasuk dalam program ini adalah kecamatan kota, dengan pertimbangan telah lebih maju dibanding lainnya.

Baca: Pakai Guide Ketuk Pintu Rumah, Komplotan ini Obok-obok Rumah Warga di Blitar dan Tulungagung

Dalam beberapa bulan ke depan akan dievaluasi untuk diimplementasikan di desa-desa lainnya dengan sejumlah penyempurnaan.

”Sebagai kerangka dari Smart Kampung Banyuwangi, program ini disebut Kampung e-Learning. Jadi nanti pelajar-pelajar di desa bisa belajar lewat sistem ini. Yang tidak punya smartphone belajarnya di balai desa. Sudah disiapkan pula agenda belajar bareng di balai desa dengan sistem ini,” papar Anas.

Bimbel digelar di balai desa, berbasis online, sangat membantu para pelajar desa yang tak harus ke pusat kota untuk dapat bimbel.

Anas menambahkan, program ini digenjot di desa sebagai bagian untuk menyukseskan Nawacita Presiden Jokowi, terkait komitmen membangun bangsa dari pinggiran.

Langkah ini juga dilakukan sebagai wujud komitmen mewujudkan pemerintahan kolaboratif, di mana sejumlah inovasi sosial telah dirangkul Pemkab Banyuwangi guna menyelesaikan problem masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved