Rawan Orang Gila Meresahkan, Ini yang Dilakukan Polres Tuban

Seperti halnya perusakan Masjid Baiturrahim, di jalan gempol, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, Selasa, 13 Februari lalu.

Rawan Orang Gila Meresahkan, Ini yang Dilakukan Polres Tuban
Surya/Didik Mashudi
Satpol PP Kota Kediri mengevakuasi orang gila yang sempat mengamuk 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Beberapa hari terakhir, publik dihebohkan dengan peristiwa orang gila yang merusak rumah ibadah dan menyerang tokoh agama.

Seperti halnya perusakan Masjid Baiturrahim, di jalan gempol, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, Selasa, 13 Februari lalu.

Kaca masjid pecah karena ditendang orang yang tak dikenal. Belakangan diketahui identitas pria tersebut adalah Ahmad Falih (30), warga Desa Karas, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa tengah.

Pria tersebut diduga mengalami gangguan jiwa, karena masalah keluarga yang dihadapi. Tak lama usai kejadian tersebut, penyerangan terhadap tokoh agama juga terjadi di Paciran, Lamongan.

Baca: Duh Gawat, Ada Alamat Situs Film Dewasa di Ponsel yang Dipegang Ghea Indonesian Idol!

Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno mengatakan, pasca maraknya kejadian orang gila yang menyerang rumah ibadah dan tokoh agama, kini pihaknya semakin waspada.

Petugas kepolisian lebih memproteksi apabila ada warga yang mencurigakan. Termasuk apabila ada yang seseorang yang berpenampilan seperti orang gila.

"Kita sudah melakukan penyisiran terhadap dugaan seseorang yang terindikasi gila," kata Sutrisno kepada sejumlah wartawan di Mapolres, Rabu (21/2/2018).

Pria berpangkat dua melati di pundak itu menambahkan, bahwa penyisiran terhadap orang yang terindikasi gila merupakan perintah atasan.

Baca: Pecahnya Musisi dan Penyanyi Panggung Lokal Tulungagung, Gara-gara Video Pelakor

Sebab, hal itu dalam rangka untuk mengamankan wilayah dari tindakan meresahkan.

"Kita lakukan penyisiran terhadap seseorang yang terindikasi gila, tujuannya agar tidak terjadi penyerangan seperti yang sudah-sudah," pungkasnya.(nok)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved