Pilgub Jatim 2018
Ketua Golkar Jatim Ditahan KPK, Zainudin Amali Ungkapkan Tekad untuk Menangkan Khofifah-Emil
Ketua DPD Partai Golkar Nyono Suharli Wihandoko ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penulis: Nurul Aini | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Karena itu, banyak yang mempertanyakan keseriusan Golkar menangkan pasangan Khofifah-Emil dipertanyakan.
Pasalnya, ketidakhadiran Nyono karena terjerat dugaan suap terkait perizinan pengurusan jabatan di Pemkab Jombang membuat partai berlambang beringit tersebut vakum kepemimpinan.
Hal ini termasuk dalam upaya pemenangan pasangan Khofifah-Emil dalam Pilkada Jawa Timur.
( Jika Terpilih Jadi Gubernur, Khofifah Prioritaskan 51 Pantai Masuk RPJMD Jatim )
Namun, hal tersebut telah dijawab Zainudin Amali yang kemudan ditunjuk sebaga Plt DPD Jawa Timur.
"Golkar sangat serius di Pilgub Jatim. Saya ditugaskan DPP sebagai Plt dengan tugas utama memenangkan pasangan Khofifah-Emil," kata Zainudin Amali, Minggu (25/2/2018).
Zainudin merupakan politisi partai Golkar yang sejak awal telah memastikan Golkar mendukun Khofifah.
Ia akan memastikan sendiri terlebih setelah ditunjuk sebagai Plt, memimpin Golkar di Jatim.
( Sendirian Sampaikan Visi-Misi Cabup Jombang, Subaidi Kirimi Fatihah Nyono yang Ditahan KPK )
"Gayung pun bersambut saya sebagai orang yang ditugaskan, sehingga dulu apa yang pernah saya ucapakan inilah saatnya untuk merealisasikan," kata Zainudin
Pasca penunjukkannya, Zainudin langsung merapatkan barisan pengurus DPP Partai Golkar Jatim lewat rapat internal yang kemudian bertemu dengan Khofifah di Posko Pemenangan Khofifah-Emil di Jalan Diponegoro, Surabaya.
Dalam pertemuan itu, Zainudin didampingi sejumlah petinggi Golkar Jatim, di antaranya Sekretaris DPD Golkar Jatim, Sahat Tua Simanjuntak serta Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu, Aan Ainur Rofik.
Sedangkan Khofifah didampingi tim intinya, termasuk Kedua Jubir Khofifah-Emil, KH Zahrul Azhar Asad (Gus Hans) dan Dwi Astuti serta Ketua Tim Pemenangan, KH M Roziqi.