Kondisi Ekonomi sedang Lesu, Pasar Jual-Beli Mobil Bekas Masih Stagnan
Kondisi pasar jual-beli mobil bekas tahun ini dinilai tidak mengalami kenaikan yang begitu banyak.
Penulis: Arie Noer Rachmawati | Editor: Agustina Widyastuti
Pasar Jual-Beli Mobil Bekas Masih Stagnan Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kondisi pasar jual-beli mobil bekas tahun ini dinilai tidak mengalami kenaikan yang begitu banyak.
Pemilik SS Mobil 21 di Surabaya, Sugeng Sumarsono mengatakan kondisi ekonomi yang melesu menjadi satu di antara pemicu pasar mobil bekas mengalami kenaikan yang tidak begitu kentara.
7 PSK Masih Berkeliaran di Prigen Trete Diciduk Polisi
Akan tetapi, menurutnya kenaikan pasar pasti masih tetap ada.
Satu di antaranya dapat dilihat ketika menjelang momen Lebaran.
"Saat menjelang Lebaran, pasar jual beli mobil bekas bisa mengalami peningkatan sebesar 20-25 persen," katanya kepada TribunJatim.com, Selasa (10/4/2018).
Menurutnya, peningkatan pasar paling besar berada pada mobil segmen menengah ke bawah yakni mobil keluarga atau fast moving, seperti Datsun Go, Xenia, dan Avanza.
"Tren pasar mobil bekas yang mengarah ke semi jual-beli menjelang Lebaran ini biasanya banyak. Ini bisa mendongkrak pasar mobil bekas. Jadi selagi menunggu mobilnya terjual, mobil masih bisa dipakai," terangnya.
Rifanissa Eka Pratiwi : Ajak Remaja Putri Berkarya
Sepanjang triwulan pertama 2018, SS Mobil 21 mencatat pertumbuhan jual-beli mobil bekas di segmen menengah ke bawah mencapai 60-70 persen.
Sementara, pada segmen mobil bekas kelas premium malah cenderung menurun.
"Di SS Mobil 21 memang punya pangsa tersendiri. Lebih banyak pada segmen menengah ke bawah. Untuk proses jual-beli melalui lini online masih dominan yakni sebesar 80 persen. Sementara, sisanya 20 persen melalui lini offline," terangnya lagi.
Yuk subscribe Channel TribunJatim.com lainnya:
YouTube:
Instagram:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bursa-mobil-bekas_20170209_174616.jpg)