TribunJatim/

'Kulak' Sabu di Surabaya, Dua Pria Mengaku Dapat Uang Jutaan Rupiah

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin mengadakan press release kasus peredaran sabu di ruang Bidhumas pada Senin (16/4/2018) siang.

'Kulak' Sabu di Surabaya, Dua Pria Mengaku Dapat Uang Jutaan Rupiah
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menginterogasi seorang tersangka narkoba saat press release, Senin (16/4/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin mengadakan press release di ruang Bidhumas pada Senin (16/4/2018) siang.

Dua dari lima tersangka dihadirkan, sementara tiga lainnya yang merupakan pengedar, telah ditangkap terkait kasus sabu dalam pemberitaan sebelumnya.

Dua tersangka yang dihadirkan kali ini bernama Budi Hartono (40) dan Tesar (27) dan ditangkap di pintu masuk Terminal Purabaya Bungurasih pada Senin (9/4/2018).

Sekitar 6.265 kilogram sabu disita sebagai barang bukti beserta dua smartphone dan lima butir ekstasi berwarna biru.

(10 Foto Penampakan Jilbab Pocong Karya Desainer Malaysia yang Bikin Merinding, Aduh Berani Coba?)

Saat diinterogasi, Budi mengatakan dirinya memperoleh upah Rp 20.000.000,00 untuk sekali kerja dan Tesar mengaku memperoleh upah Rp 5.000.000,00 untuk sekali kerja.

"Saya dapat uang itu waktu mau berangkat ambil paket, untuk sekali kerja saja," aku Budi saat press release, Senin (16/4/2018).

Budi memilih menggunakan armada bus di terminal mengingat bandara memiliki fasilitas X Ray yang berpotensi membuat sabu yang dia edarkan gampang ketahuan.

"Kalau lewat bandara kan ada x ray pak, saya takut paket saya terdeteksi," lanjutnya.

Kini keduanya dijerat pasal 112 ayat 2 dan 114 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan harus meringkuk di sel tahanan Mapolda Jatim.

(Lahan Pertanian 15 Dusun di Trowulan Mojokerto Kesulitan Air, Ribuan Petani Terancam Gagal Panen)

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help