Woow, Ada Sembilan Bunker Unik Peninggalan Jepang di Sepanjang Kaki Jembatan Suramadu

Tim Cagar Budaya Surabaya tak percaya dengan banyaknya bunker yang dilihatnya di kaki Jembatan Suramadu.

Woow, Ada Sembilan Bunker Unik Peninggalan Jepang di Sepanjang Kaki Jembatan Suramadu
SURYA/NURAINI FAIQ
Tim Cagar Budaya Bunker unik peninggalan penjajah di kaki Jembatan Suramadu. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Cagar Budaya Kota Surabaya dan Dinas Pariwisata tidak percaya dengan deretan bunker yang dilihatnya di sepanjang Pantai Kenjeran, Senin (16/4/2018).

Tepatnya di Kaki Jembatan Suramadu, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. 

Untuk kali pertama, bunker dan benteng yang dibangun di era penjajah Jepang ini berdiri kokoh di sepanjang pantai Kenjeran.

Tepatnya di sisi timur kaki Suramadu. Berada sekitar 30 KM arah timur pusat Kota Surabaya. 

Surya yang mengikuti tim ikut menyaksikan sendiri kekokohan dan keunikan bunker Jepang yang bersejarah itu.

Saat ini kondisinya masih utuh dengan dua anak tangga di sisi kanan dan kiri bunker. Persis di atas berupa atap terbuka dengan benteng di sisinya.

Setiap benteng berukuran sekitar 6 x 4 meter. Persis di dalam bangunan tembok kokoh itu ngerong.

Ada lorong di dalam bangunan benteng setinggi sekitar 2 meter. Begitu masuk sangat gelap dan banyak kelelawar. 

Sementara hampir semua bangunan kini ditumbuhi rumput dan tanaman liar.

Bangunan unik bunker itu berdiri berjajar. Ada sekitar sembilan bangunan. 

"Sangat unik. Kami menaksir bangunan kokoh ini ada sejak era penjajah Jepang ," ucap Retno Hastijanti, Ketua Tim Cagar Budaya Kota Surabaya

Saat ini, keberadaan bunker itu belum dimasukkan dalam koridor bangunan cagar budaya.

Untuk itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya Irvan Widiyanto mengajak Tim Cagar Budaya mengecek langsung. 

"Ada potensi yang luar biasa. Bunker ini unik dan tidak dimilki siapa pun. Bunker di ketinggian menghadap lepas pantai. Nanti kami akan kembangkan dengan meminta arahan Tim Cagar Budaya," tegas Irvan. (Surya/Nuraini Faiq) 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved