Kalbe Dorong Hilirisasi Penelitian di Indonesia Lewat Program Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2018

PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan Kemenristekdikti RI meluncurkan program Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018.

Kalbe Dorong Hilirisasi Penelitian di Indonesia Lewat Program Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2018
TRIBUN JATENG
PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) meluncurkan program Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018.

Program tersebut sebagai pengembangan penelitian melalui pemberian dana penelitian yang terkait kesehatan, farmasi, pangan fungsional, teknologi informasi dan life science.

Acara peluncuran RKSA 2018 diselenggarakan bersamaan dengan diskusi bertema Strategi Hilirisasi Hasil Penelitian Untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (8/5/2018).

Baca: Tak Hanya di Datsun CROSS, Teknologi Terbaru CVT Kini Juga Ada di New Datsun GO

Kepala Komunikasi Eksternal & CSR PT Kalbe Farma Tbk, Hari Nugroho mengatakan, inovasi dan penelitian adalah kunci penting bagi kemajuan bangsa.

"Kalbe akan terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menumbuhkan budaya inovasi," ujarnya melalui keterangan rilisnya.

Hari menambahkan, tahun ini program RKSA difokuskan pada pendanaan penelitian dalam bidang kesehatan bagi para peneliti Indonesia. 

Baca: SG 175 Scrambler Kawasaki Surapita Unitrans Dapat Bergerak Lincah di Medan On-Road dan Off-Road

Bidang kesehatan yang dipilih tersebut meliputi tiga kategori, yaitu, kategori 1 bidang farma, biofarma dan sel punca.

Kategori 2 bidang e-health, alat kesehatan, diagnostik, dan kategori 3 bidang makanan dan minuman kesehatan, produk bahan alam.

"Total dana penelitian akan diberikan kepada 3-5 proposal terpilih dengan nilai Rp 1,5 miliar," ungkap Hari.

Seleksi proposal penelitian terbagi menjadi dua yakni pra proposal dan presentasi proposal. 

Penilaian proses pra proposal meliputi tujuan penelitian, abstraksi, timeline, budget dan tahapan penelitian. 

Baca: Asyik Nyanyi di Kelas, Remaja ini Mendadak Lari Ketakutan, Kejadian Selanjutnya Bikin Netizen Ngakak

Sedangkan pada proses presentasi proposal, peneliti harus mempresentasikan proposalnya meliputi faktor kesesuaian dengan pra proposal, detail penelitian, hasil yang diharapkan, detail budget dan detail timeline. 

"Dari proposal yang terpilih akan dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan," pungkas Hari.

Yuk follow Instagram TribunJatim.com

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help