Serangan Bom di Surabaya
16 Korban Teror Bom Gereja dan Mako Polrestabes Masih Dirawat, Pemkot Jamin Biaya hingga Sembuh
Pemerintah Kota Surabaya memastikan seluruh biaya perawatan hingga pendampingan psikolog dan psikiater
Penulis: Nurul Aini | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memastikan seluruh biaya perawatan hingga pendampingan psikolog dan psikiater dan mengatasi trauma korban bom gereja.
Hingga saat ini masih ada 16 korban luka akibat bom 3 gereja dan Mapolrestabes Surabaya hingga kini masih dirawat inap di 4 rumah sakit.
Semua nanti pengobatan hingga proses pemakaman dan lain-lain akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Surabaya.
"Keluarga tidak perlu kuatir, kami akan bantu selesaikan (biaya) nanti," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai buka di Ciputra World. Selasa (22/5/2018)
Selain biaya pengobatan dan pemakaman, Pemkot juga menanggung biaya pendidikan anak korban jika yang menjadi korban adalah tulang punggung keluarga.
Serta santunan kendaraan yang rusak serta melakukan pendampingan, paikolog, psikiater.
16 korban yang masih dalam perawatan juga masih terus dipantau di rumah sakit.
Berikut data Pemkot Surabaya nama-nama korban luka yang masih dirawat:
Rumah Sakit Bedah
1. Diah Linawati (27) Luka berat
2. Warsinto (64) luka berat
3. Desmonda Paramartha (20)
4. Teddy Jamanto Purnomo (65)
5. Wenny Angelina (37)
6. Fransisca Tuti Haryanto (60)
7. Sidiq (65)
RS Siloam
1.Megasari Slamet (66)
2. Kathleen Jeane Haryanto (16)
3. Mathew Anderson (12)
RS Premier
1. Robertius Vecentius Deto (23)
2. Evelyn Hudoyo (11)
3. Mulyono (40)
RSAL dr Ramelan
1. Ary Setiawan (41)
2. Jesaya Bayang (40)
3. Bripka M Erfan (32)