Jual Satwa Dilindungi Lewat Medsos, Dua Bocah Gresik ini Ditangkap Polisi

ZI dan MR kedua bocah ini ditangkap Satuan Reskrim Polres Gresik diduga menjual hewan satwa dilindungi melalui media sosial

Jual Satwa Dilindungi Lewat Medsos, Dua Bocah Gresik ini Ditangkap Polisi
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Beragam jenis burung yang dilindungi, disita 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - ZI dan MR keduabocah ini ditangkap Satuan Reskrim Polres Gresik diduga menjual hewan satwa dilindungi melalui media sosial.

Hewan-hewan langka itu dijual dengan harga hingga lima juta rupiah.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, mengatakan modus penjualan hewan langka via media sosial ini tergolong baru.

Atas kejelian anggota Satreskrim akhirnya penjualan satwa burung elang dan anakan alap-alap.

Penangkapan terhadap kedua anak-anak ini yang diduga menjual burung satwa dilindungi ini dilakukan di kawasan Pom Bensin Jl Raya Manyar Desa Sembayat Manyar.

Baca: Serunya Gus Ipul Nobar Final Liga Champions, Duduk Lesehan Bareng Fans Real Madrid dan Liverpool

“Keduanya ditangkap ketika transaksi menjual satwa yang dilindungi,” kata Wahyu mantan Kapolres Bojonegoro, Minggu (27/5/2018).

“Penjual termasuk lincah dalam pemasaran dengan memanfaatkan media sosial untuk menjual satwa terlarang,” imbuhnya.

Dari terungkapnya kedua tersangka mengaku bahwa menjual beli itu sudah berlangsung lama. Awalnya mempunyai stok di toko.

“Setelah diketahui bahwa itu terlarang kemudian berhenti. Setelah itu ternyata transaksi menggunakan media sosial untuk jual beli. Ada pesanan langsung order dan dikirim dari Kalimantan, Lampung dan Sumatra,” imbuhnya.

Baca: Nobar Liga Champions di Ponorogo, Emil Dardak Dapat Kejutan dari Penonton

Satwa terlarang itu, menurut pengakuan tersangka dijual dengan harga yang cukup mahal.

“Satwa terlarang itu dibeli dengan harga rata-rata Rp 500.000, kemudian dijual lagi dengan harga sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 5 juta,” jelasnya.

Akibat tertangkapnya kedua tersangka, keduanya dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konsevrasi sumber data alam hayati dan ekosistemnya.

“Hewan-hewam itu akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dilepas kembali ke habitatnya,” katanya.

Baca: Dikritik Banyak Orang, Frank Lampard-Rio Ferdinand Malah Dukung Tindakan Sergio Ramos ke Mo Salah

Sementera kedua tersangka mengaku menjual satwa terlarang itu mengaku tidak tahu. Namun, keuntungan jual beli burung itu keuntungannya melimpah sehingga bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Tidak tahu kalau itu dilarang sebab hewan biasa di hutan. Dan keuntungannya lumayan banyak. Bisa Rp 500.000 sampai Rp 1 juta,” kata tersangka. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help