Semarak Ramadan 2018

Asal Usul Istilah Ngabuburit dan Mengapa Hanya 'Muncul' Saat Ramadan, Jangan Salah Kaprah!

Ramadan datang, pasti tak ketinggalan apa yang dinamakan ngabuburit. Apakah kalian tahu asal usul istilah ngabuburit?

Asal Usul Istilah Ngabuburit dan Mengapa Hanya 'Muncul' Saat Ramadan, Jangan Salah Kaprah!
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Pendongeng Bahana dan Nada bercerita kisah persahabatan anak gajah dan manusia di Pinggir Kali Jagir, temani anak-anak ngabuburit jelang buka puasa pada Minggu (4/6/2017). 

TRIBUNJATIM.COM - Ramadan datang, pasti tak ketinggalan apa yang dinamakan ngabuburit.

Ya, ngabuburit merupakan istilah dimana biasanya masyarakat akan berpergian jalan-jalan ke spot nongkrong untuk menunggu tibanya azan magrib untuk berbuka.

Biasanya masyarakat akan ngabuburit mulai jam 3 sore.

Tapi apakah kalian tahu bahwa istilah ngabuburit tidak muncul begitu saja?

Baca: Turis Indonesia Dilarang ke Israel, Asmirandah dan Jonas Rivanno Sempat Ikat Janji Nikah di Sana

Dalam KBBI sendiri, ngabuburit yang berasal dari kata 'burit' memiliki arti menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan.

Sementara itu diketahui bahwa 'burit' sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti sore.

Dalam istilah Sunda juga ada kata 'Beurang.'

Beurang berarti siang kemudian juga menjadi kata kerja 'ngabeubeurang'

Baca: 6 Fakta di Balik Sosok Pendeta Henderson Pembunuh Mahasiswi, Rajin Ibadah hingga Sayang Mertua

Nah, jadi 'ngabeubeurang' adalah istilah jalan-jalan siang.

Sedangkan ngabuburit adalah jalan-jalan sore/bermain di sore hari.

Halaman
12
Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved