Persebaya
11 Fakta Lemahnya Panpel Pertandingan Persija Vs Persebaya Versi Bajul Ijo
Sehari setelah batalnya laga Persija Jakarta dengan Persebaya di Stadion Sultan Agung Bantul.
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sehari setelah batalnya laga Persija Jakarta dengan Persebaya di Stadion Sultan Agung Bantul, Persebaya membeberkan sejumlah fakta di lokasi.
Pada akun resmi Persebaya, Persebaya.id menyebut bahwa inti permasalahan dari batalnya laga pekan ke-12 itu karena lemahnya konsep penyelenggaraan dari panpel pertandingan.
Sempat terjadi gesekan yang menurut web resmi Persebaya.id harusnya ada evaluasi dari panpel menyiapkan personel tambahan.
Sayang hal itu tidak dilakukan.
Manajer Persebaya, Chairul Basalamah berharap kepada federasi dan operator kompetisi ada keputisan yang adil terkait batalnya pertandingan karena bersifat merugikan.
( Sekjen PSSI Sangat Sayangkan Batalnya Laga Big Match Persija Vs Persebaya )
"Semoga ada keputusan yang adil dan bisa memberikan pelajaran bagi mereka yang tidak siap menyelenggarakan pertandingan. Karena sudah merugikan banyak pihak," tegas Chairul Basalamah, pada Senin (4/2/2018).
Sehingga, duel klasik Persija dan Persebaya harus batal digelar, dengan versi dari web resmi Persija (Persija.id) karena larangan oleh pihak Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Pertandingan (Persija vs Persebaya) batal. Kami sudah umumkan lewat pengeras suara di Stadion Sultan Agung, Bantul," ujar Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto, kepada wartawan, Minggu (3/6). (sumber : Persija.id)
Tentu ada dua pendapat berbeda dari kubu Persija Jakarta dengan Persebaya Surabaya yang sama-sama mengaku memperoleh kerugian akibat kejadian ini.
Namun, tim berjuluk Bajul Ijo telah merangkum 11 poin fakta lemahnya Panpel laga Persija vs Persebaya di Stadion Sultan Agung Bantul.
( Rendi Irawan: Begini Kronologi Lengkap Batalnya Laga Persija Vs Persebaya )
1. Pihak Panpel tidak mampu menghadirkan keamanan dalam jumlah memadai di lokasi pertandingan beberapa jam sebelum laga. Kondisi tersebut membuat stadion tidak bisa steril dari penonton yang tidak bertiket. Akhirnya, ratusan suporter mendapatkan akses seluas luasnya untuk masuk ke stadion sejak pagi hari.
2. Ratusan suporter dari Persebaya Surabaya yang sejak pagi sudah berada di Stadion, seharusnya menjadi catatan penting bagi pihak Panpel untuk mengambil sikap. Artinya, suporter Persija yang datang belakangan, harus diberikan akses jalan berbeda agar tidak terjadi kontak langsung antara kedua suporter.
3. Akibat kurangnya kesigapan dari Panpel itu, gesekan antara suporter sempat terjadi. Kedatangan suporter Persija menggunakan bis pada pukul 09.30 Wib disambut dengan lagu selamat datang oleh suporter Persebaya sebagai bentuk persahabatan. Namun, entah siapa yang memulai, terdengar letusan petasan yang dilemparkan ke arah suporter Persebaya. Situasi tidak kondusif.
4. Dengan adanya potensi konflik antara kedua suporter, harusnya menjadi bahan evaluasi Panpel untuk meminta tambahan jumlah personil keamanan. Sayang, itu tidak mereka lakukan. Padahal, sisa waktu menjelang pertandingan masih sangat lama. Padahal, menurut regulasi, klub tuan rumah wajib untuk membuat rencana pengamanan (security plan)