Diduga Lakukan Korupsi Ratusan Juta Dana Desa, Kades Sembayat Ditahan Kejari Gresik

Kepala Desa Sembayat (Kades) Kecamatan Manyar, Saudji ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik,

Diduga Lakukan Korupsi Ratusan Juta Dana Desa, Kades Sembayat Ditahan Kejari Gresik
(surya/Sugiyono)
DITAHAN - Kades Sembayat Kecamatan Manyar Saudji ditahan penyidik Kejari Gresik atas kejahatan tindak korupsi, Senin (4/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kepala Desa Sembayat (Kades) Kecamatan Manyar, Saudji ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, diduga ia melakukan korupsi dana anggaran proyek desa dengan kerugian negara sebesar Rp 175.774 juta.

Penahanan Kades Sembayat oleh Kejari setelah ia menjalani pemeriksaan oleh penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejari Gresik selama hampir 3 jam dan akhirnya ia ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Baru sekitar pukul 12.45 WIB tersangka dibawa keluar dengan memakai baju dinas kades dan tangan dalam keadaan diborgol tertutup jaket warna merah.

Ketika keluar ruang penyidik menuju mobil tahanan yang jaraknya hanya 25 meter, Saudji mengatakan dengan singkat kepada wartawan bahwa kesalahan yang dilakukan atas perbuatan orang lain dan hanya menjadi korban laporan yang dikerjakan orang lain.

Baca: Sekjen PSSI Sangat Sayangkan Batalnya Laga Big Match Persija Vs Persebaya

“Saya ini hanyalah korban,” kata Saudji, yang juga pernawirawan Polri, Senin (4/6/2018).

Sementara, Kasi Pidsus Kejari Gresik Andrie Dwi Subianto mengatakan, penahanan terhadap tersangka Saudji dilakukan setelah pemeriksaan secara intensif dan ditemukan bukti-bukti kesalahan oleh terdakwa.

Sehingga dikawatirkan terdakwa menghilangkan barang bukti sehingga dilakukan penambahan.

“Selama dua puluh hari ke depan, tersangka Saudji kami tahan untuk proses penyidikan. Ini terkait kasus dugaan korupsi APBDes tahun 2016. Ada beberapa kegiatan yang tidak sesuai spesifikasinya,” kata Andrie dengan didampingi Kasi Intel Marjuki.

Kasus yang menjerat Saudji diduga atas penyelewengan Dana Desa yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja desa (APBDes) tahun 2016. Ada 4 proyek pembangunan fasilitas umum senilai Rp 393 juta. Kemudian dalam laporannya diduga bermasalah.

Antara lain pembangunan pagar makam umum senilai Rp 41 juta, saluran air di RT VIII RW XII senilai Rp 200 juta, saluran air perkampungan RT I, RW II senilai Rp 25 juta, saluran air perkampungan RT V hingga RT VIII senilai Rp 27 juta dan saluran air pasar senilai Rp 100 juta.

Andre menambahkan, dari hasil audit tim ahli dari Inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik, diketahui ada kerugian negara sebesar Rp 175.774 juta.

"Atas bukti itu, dan keterangan saksi-saksi, kades terpaksa kita tahan," katanya.

Baca: Waspadai Rem Blong di Jalur Ular Gigi 1 Sendi Pacet Mojokerto

Untuk menahan tersangka Saudji, Kejari Gresik juga mendatangkan tim medis, sebab saat panggilan pertama sebagai saksi setelah ditetapkan tersangka mengkir tidak hadir.

“Kita tadi datangkan petugas medis dari rumah sakit untuk memeriksa kondisi kesehatan tersangka, sebab pada pemanggilan pertama yang bersangkutan mengeluh sakit jantung,” imbuhnya. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help