Pilgub Jatim 2018

KPU Batu Hadapi Berbagai Permasalahan Saat Adakan Simulasi Pilgub 2018

, KPU Batu mengadakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2018.

KPU Batu Hadapi Berbagai Permasalahan Saat Adakan Simulasi Pilgub 2018
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
KPU Kota Surabaya mulai melakukan pelipatan dan sortir surat suara untuk pemilihan Gubernur Jawa Timur, Rabu (30/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Tidak menutup kemungkinan saat penyelenggaraan Pilgub 2018 terjadi permasalahan. Untuk mengantisipasi hal itu, KPU Batu mengadakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2018.

Dalam simulasi itu terjadi beberapa permasalahan terburuk yang kemungkinan terjadi.

Ketua KPU Batu, Rochani menyebutkan seperti saksi tidak membawa surat mandat, kotak suara tidak bisa dibuka, banyak pemilih yang tidak membawa surat keterangan, E-KTP, hingga formulir. Rochani mengatakan kalau simulasi ini guna untuk memantapkan persiapan sebelum hari H pencoblosan.

"Dalam simulasi ini, kami mengantisipasi hal t

Baca: Inilah Jalur Alternatif di Pantura, Jika Lamongan Macet

erburuk. Agar saat hari H kami siap, jika kemungkinan terburuk akan terjadi. Kami siap dengan semua prediksi terburuk, makanya sengaja kami simulasikan hal hal terburuk yang akan terjadi," kata Rochani saat dikonfirmasi, Minggu (10/6/2018).

Baca: Vanessa Angel Blak-Blakan Pamer Transferan dari Pacar Polisinya, Jumlah Uangnya Ramai Dikomentari

Simulasi yang diadakan pads Sabtu (9/6) ini ada 25 peran, pengawas TPS, saksi, pemantau, pemilih, ada yang disabilitas. Ia menambahkan bagaimana penanganan kepada pemilih tuna daksa yang tidak punya tangan, tuna Netra, dan lainnya.

"Tujuannya simulasi ini untuk memberikan kenyamanan dan pemahaman kepada pemilih suara terkait tata cara. Kami harap juga ada masukan dari berbagai stake holder solusi yang harus dilakukan saat terjadi hal hal terburuk," imbuhnya.

Dalam simulasi itu pun memperlihatkan bagaimana cara melayani pemilih yang berkebutuhan khusus. Semisal untuk tuna daksa tak memiliki tangan kiri dan kanan yang dilayani oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Saat pemilih tuna daksa tidak didampingi sanak saudara, maka KPPS lah yang mendampingi. Karena ada aturan baru setiap pemilih harus menuliskan nama dan tandatangan, bagi pemilih tuna daksa bisa diberi keterangan sesuai dengan kondisinya. Begitu pun saat mencelupkan tangan, sesuai persetujuan dari pemilih mau ditaruh di mana karena tidak memiliki tangan. (Sany)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved