Lebaran 2018

Puncak Mudik di Termminal Purabaya Terjadi di H-2 Lebaran, Buktinya ini. . .

- Jumlah pemudik lebaran 2018 yang menggunakan moda bus dari terminal bus Purabaya Bungurasih Sidoarjo meningkat signifikan

Puncak Mudik di Termminal Purabaya Terjadi di H-2 Lebaran, Buktinya ini. . .
TRIBUNJATIM.COM/MANIK PRIYO PRABOWO
Lorong gate di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Selasa (12/6/2018), sepi pemudik. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jumlah pemudik lebaran 2018 yang menggunakan moda bus dari terminal bus Purabaya Bungurasih Sidoarjo meningkat signifikan.

Puncak mudik pakai moda bus terjadi pada H-2 atau Rabu (13/6/2018) kemarin.

Data yang tercatat di Posko Angkutan Lebaran di Terminal Bungurasih, ada sebanyak 73.515 penumpang yang mudik, Rabu (13/6/2018).

Jumlah itu melonjak dibanding lebaran 2017. Saat itu tercatat sebanyak 71.821 penumpang pada H-2 lebaran.

"Puncak mudik di Terminal Purabaya ini sudah terjadi kemarin (Rabu, 13/6/2018). Sejak pagi, kemaran sudah sangat ramai," sebut M Fadeli, Koordinator Bidang Pendapatan UPTD Terminal Purabaya Surabaya saat ditemui di Posko Angkutan Lebaran di Bungurasih, Kamis (14/2018) siang.

Baca: Masih Ingat Bule Cantik yang Nikahi Cowok Padang? Usai 3 Tahun Nasibnya Sekarang Jadi Seperti Ini

Fadeli menututurkan, pemudik untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) didominasi jurusan ke barat. Seperti ke Solo, DI Yogakarta dan Semarang.

Sedang untuk lokal Jatim atau Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), dominasi penumpang dengan tujuan ke Malang, Jombang dan Probolinggo.

"Saat ini masih ada penumpang yang mau mudik, tapi tidak seramai kemarin (H-2)," jelas Fadeli.

Baca: Viral Gadis Cilik Nangis Ingin Dipeluk Nissa Sabyan, Sang Ibu Curhat Perjuangannya, Netizen: Nyesek!

Lonjakan penumpang yang mau mudik pakai bus pada Rabu (13/6/2018), lanjut Fadeli, karena ada kedaangan kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Kemarin ada dua kapal besar yang membawa pemudik yang turun di Pelabuhan Perak. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan naik bus," terang Fadeli.(Surya/Fatkhul Alamy)

Penulis: Fatkhul Alamy
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help