Home »

Jatim

Sekretaris Bernyanyi, Kepala Desa di Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi DD dan ADD

Kepala desa di Jatim yang terjerat kasus hukum dan dipenjara terus bertambah dan penyebanya juga sama.

Sekretaris Bernyanyi, Kepala Desa di Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi DD dan ADD
Ilustrasi Dana Desa 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Satreskrim Polres Tulungagung akhirnya menetapkan Kepala Desa Sumberinign Kulon, Kecamatan Ngunut, Suprapto (42) sebagai tersangka.

Suprapto diduga melakukan korupsi Dana Desa dan Anggaran Dana Desa (DD dan ADD) tahun 2015 dan 2016.

Penetapan tersangka ini setelah keluar hasil penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Penyidik kemudian melakukan gelar perkara, untuk menentukan kelanjutan perkara ini.

“Gelar perkara itu untuk menguji, apakah kasusnya bisa dilanjutkan atau tidak. Dan kesimpulan gelar perkara, unsur pelanggaran hukum sudah terpenuhi,” terang Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasubag Humas, Iptu Sumaji, Selasa (10/7/2018).

Menurut Sumaji, dalam gelar perkara itu sekaligus meningkatkan status Kades Sumberingin Kulon, dari saksi menjadi tersangka. Kades diduga melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, dan merugikan keuangan negara. Selain itu, Kades juga diduga menyalahgunakan wewenang dalam jabatan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Unit Tipikor, kades sengaja membuat dan memalsukan administrasi. Hal ini juga terungkap dari hasil pemeriksaan BPKP.

“BPKP sekaligus mengeluarkan kerugian negara yang diakibatkan dari perbuatan ini,” tambah Sumaji. Namun Sumaji menolak mengungkapkan, berapa keruguian negara dari hasil penghitungan BPKP. Penyidik juga menemukan fakta, pelaksanaan kegiatan DD dan ADD tidak sesuai dengan petunjuk teknis.

Misalnya Kades yang memegang uang, sekaligus pelaksana kegiatan. Selain itu ada pula kegiatan yang sudah dilaporkan, namun tidak penah ada realisasi. Bahkan ada kegiatan di luar Rencana Anggaran Biaya-Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RAB-DPA).

“Ada pula SPJ yang belum selesai dibuat, karena tidak ada data pendukung di lapangan,” ujar Sumaji. Meski sudah berstatus tersangka, penyidik tidak melakukan penahanan. Namun penyidik akan segera memeriksanya, dalam status barunya sebagai tersangka.

Tahun 2015 Desa Sumberingin Kulon mendapatkan DD sebesar Rp 264.257.177, dan ADD sebesar Rp 419.400.000. Sedangkan tahun 2016 desa ini mendapatkan alokasi DD sebesar Rp 596.185.000 dan ADD sebesar Rp 398.700.000.

Kasus ini terungkap setelah mantan sekreataris desa, Sunarsih 'bernyanyi'. Sebelumnya Sunarsih selalu menolak permintaan Kades, karena menilai permintaan Kades menyalahi aturan. Kades kemudian mengajukan surat permohonan pemindahan Sunarsih ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Atas permintaan Kades, BKB memindahkan Sunarsih ke staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun kepindahan Sunarsih justru membongkar semua penyelewengan di desa ini. Polisi kemudian merespon aduan masyarakat, dan melakukan penyelidikan. (Surya/David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help