Berita UTM

UTM: Fokus di Sektor Jagung Saja, Masalah Pengangguran dan Kemiskinan di Madura Selesai

Jagung Hibrida Madura hasil riset Program Studi (Prodi) Agro Teknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

UTM: Fokus di Sektor Jagung Saja, Masalah Pengangguran dan Kemiskinan di Madura Selesai
david yohanes/surya
Lahan hutan yang ditanami jagung oleh petani. 

 TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Jagung Hibrida Madura hasil riset Program Studi (Prodi) Agro Teknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) hingga saat ini belum menciptakan multiplier effect di kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Madura.

Lahan kering seluas 300 ribu hektare yang terhampar di empat wilayah di Madura; Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep hingga saat ini belum diberdayakan secara optimal.

Para petiggi UTM meyakini, kapitalisasi terhadap jagung hibrida akan mampu menjadi penggerak dan menghidupkan geliat perekonomian sektor ril masyarakat Madura.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan UTM Dr Ir Abd Azis Jakfar, MT mengungkapkan, jagung hasil inovasi mahasiswa UTM itu mampu memproduksi jagung sebanyak 6 ton hingga 7 ton per hektare.

"300 ribu hektare akan menghasilkan 1,8 juta ton jagung hibrida. Anggaplah harganya Rp 4 ribu per kilogram, dikalikan 6 ton. Maka muncul angka Rp 6 triliun," ungkapnya, Selasa (10/7/2018).

Baca: UTM Lirik CSR Bank di Madura untuk Pengembangan Teknologi Pengolahan Garam

Dari angka Rp 6 triliun tersebut, dijelaskan Azis, kesejahteraan para petani jagung dan keluarganya sudah mengalir karena daya beli dan perekonomian berputar.

"Empat Bupati di Madura tidak perlu pusing. Fokus di sektor jagung saja, masalah pengangguran dan kemiskinan di Madura selesai," jelasnya.

Riset terhadap jagung lokal Madura oleh Pro

Baca: UTM Menjawab Tantangan Era Revolusi 4.0 Melalui Pengembangan Berbasis Kluster Madura

di Agro Teknologi Fakultas Pertanian utm itu merupakan hasil kerjasama dengan Balitsereal Maros Sulawesi itu secara intensif dilakukan sejak 2007.

Jagung lokal di seluruh Madura dieksplor untuk mendapatkan tetua yang akan dijadikan varietas unggul. Hasilnya, sebanyak 16 kultivar (kelompok jagung lokal dengan kekhasannya) jagung Madura.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help