Home »

Tuban

Viral! Modus Pemalakan Sopir Truk, Pelaku Jual Stiker Pengawalan Sasaran di Jalur Pantura Tuban

Warganet resah atas postingan seorang yang diduga sopir, di sebuah akun Facebook Media Informasi Orang Tuban (MIOT),

Viral! Modus Pemalakan Sopir Truk, Pelaku Jual Stiker Pengawalan Sasaran di Jalur Pantura Tuban
istimewa
Jenis pemalakan sopir truk dan pick up di jalur Pantura Tuban 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Warganet resah atas postingan seorang yang diduga sopir, di sebuah akun Facebook Media Informasi Orang Tuban (MIOT), Selasa (10/7/2018), sekira pukul 23.00 WIB.

Postingan akun bernama Sunardi Wijaya memuat, agar para sopir pickup dan truk berhati-hati saat melintas di jalan panglima Sudirman.

Sebab, dia mendapat laporan dari kawan sesama rekan sopir, jika di jalan tersebut ada penjual stiker berkode GRW yang menjual dengan harga tinggi.

Status tersebut mendapat komentar banyak netizen. Sebab, dipostingannya terdapat bukti 7 foto. Termasuk gambar dua orang yang mengendarai sepeda motor Vario hitam nopol S-4081-EN yang diduga kuat sebagai pelaku pemalakan.

Baca: Muslimat NU Mendominasi Pilkada Jatim 2018, Pengamat: Solidnya Mengalahkan Kekuatan Partai

Ada juga foto dari chat whatsapp sesama sopir yang menerangkan, stiker tersebut dihargai mulai Rp 50 Ribu hingga Rp 100 ribu. Bahkan, terdapat juga kwitansi pembayaran dengan keterangan kawalan Pantura.

Selain itu, juga ada postingan Facebook korbannya orang dari Bojonegoro dan Jombang, yang usai menyuratkan di Dishub Tuban.

Apabila tidak diberi uang stiker, maka stiker tempelan Dishub akan dirobek dan membawa ban serep dengan jaminan sejumlah uang.

Postingan tersebut sampai saat ini sudah dibagikan 37 kali, dan mendapat komentar sebanyak 502.

Baca: Sempat Tulis Status Hijrah, Nikita Mirzani Tampil Perdana Berhijab Sampai Buat Uya dan Billy Terharu

Akun Facebook, Try Mexss berkomentar, tolong pak polisi segera ditindaklanjuti. Ini sama halnya mencoreng kota Tuban. Tindak tegas pemanisme.

Akun lain, Nanox Cuk juga berkomentar dugaan kuat adanya premanisme. Kemarin teman saya dari Bandung juga dipepet dua motor untuk berhenti, namun saat telfon saya, kemudian saya sarankan berhenti di kantor polisi alun-alun. Sebagai orang Tuban, saya malu dengan premanisme seperti ini.

Akun lain, Fikri berkomentar singkat, Viralkan Lurrr. (nok)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help