Daftar Pilkada Lewat PPP Tapi Dicoret, Pengacara ini Demo Minta Uang Mahar Rp 857 Juta Dikembalikan

Sudah keluar uang banyak tapi gagal maju Pilkada lewat PPP, pengacara ini demo tunggal minta kembali uangnya.

Daftar Pilkada Lewat PPP Tapi Dicoret, Pengacara ini Demo Minta Uang Mahar Rp 857 Juta Dikembalikan
SURYA/IZI HARTONO
Supriyono saat demo tunggal di depan kantor DPC PPP Situbondo, Kamis (12/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Seorang pengacara asal Situbondo, melakukan aksi demo tunggal di depan Kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kamis (12/07/2018).

Aksi langka itu dilakukan Supriyono SH MHum ini. Sebelum mendemo kantor DPC PPP, Supriyono mengawali dengan berjalan kaki dari depan Pendopo Kabupaten menuju kantor DPRD Situbondo.

Setelah itu dia menuju Kantor DPC PPP Situbondo. Dalam aksi demo tunggalnya, pengacara asal Desa Kilensari mendesak agar DPC PPP Situbondo mengembalikan uang kliennya Suroso sebesar Rp 857 juta yang akan digunakan untuk biaya Pilkada pada tahun 2010 lalu.

Baca: KPU Jatim Belum Bisa Pastikan Kapan Tetapkan Khofifah Sebagai Gubernur Terpilih

Baca: Terus Terjaga, Tradisi Inter Milan Selalu Warnai Final Piala Dunia Berkat Kroasia

Tuntutan kuasa hukum Suroso ini bukannya tidak punya dasar, melainkan berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung nomor 3400 K/ Pdt/ 2012 tertanggal 22 Agustus 2014.

Dalam aksinya di wakil rakyat, Supriyono langsung berorasi di depan pintu masuk kantor DPRD Situbondo.

Namun karena tidak segera ada wakil rakyat yang menemuinya, Supriyono akhirnya masuk paksa kedalam kantor DPRD Situbondo.

"Saya hanya mau mengantarkan surat ke pimpinan, dan surat ini saya berikan langsung," teriak Supriyono.

Menurut Supriyono, aksi ini dalam rangka menggugah nurani DPC PPP Situbondo, untuk segera mengembalikan uang milik kliennya Suroso.

Baca: Hasil Pilkada Serentak Menggembirakan, PKS Nilai Lampu Kuning Bagi Jokowi

"Uang itu terkait biaya pemilukada tahun 2010, dimana Suroso dicalonkan oleh DPC PPP dengan kesepakatan biaya sekitar Rp 950 jutaan. Akan tetapi kemudian, ternyata oleh tim seleksi KPU, Suroso dinyatakan gugur di tes kesehatan," tegasnya.

Secara logika, kata Supriyono, uang yang digunakan kliennya Suroso hanya tahap pada pencalonan.

Halaman
12
Penulis: Izi Hartono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved