Sentra PKL dan Wisata Kuliner Sepi Pengunjung, Pemkot Surabaya Bakal Gandeng Chef Hotel

Sentra PKL dan sentra wisata kuliner yang dibangun Pemkot Surabaya untuk menghilangkan penjual makanan dipinggir jalan

Sentra PKL dan Wisata Kuliner Sepi Pengunjung, Pemkot Surabaya Bakal Gandeng  Chef Hotel
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sentra PKL dan sentra wisata kuliner yang dibangun Pemkot Surabaya untuk menghilangkan penjual makanan dipinggir jalan nyatanya belum semua sukses ramai didatangi pengunjung.

Sebut saja sentra PKL di Jalan Uripsumoharjo, lalu di Sentra PKL Pakal, sentra PKL Ampel, dan beberapa sentra PKL dan kuliner yang akhirnya sepi.

Oleh sebab itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya akan melakukan evaluasi sentra PKL dan wisata kuliner agar semua 50 titik sentra PKL dan wisata kuliner bisa sukses menyejahterakan para pedagangnya.

"Yang pasti kami akan evaluasi sentra wisata kuliner supaya mereka mempunyai ikon masakan yang bisa menjadi idola para penikmat kuliner," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya, Widodo Suryantoro, Jumat (13/7/2018).

Sehingga nanti, ia melanjutkan, sentra PKL dan wisata kuliner di Sutanaya bisa menjadi destinasi wisata yang ikonik dan khas di masing-masing titik. Dengan cara menonjolkan salah satu kuliner khas dan yang unggul.

Baca: Viral Video Wanita dan Anak Dianiaya Pria Berbaju Polisi, Kini Sosok dan Nasibnya Pun Terungkap

"Agar masing-masing sentra wisata kuliner bisa muncul ikonnya, dan memiliki taste, kami sedang membangun kerjasama dengan SHS Food and Baverage untuk melatih juru masak di sentra PKL," kata Widodo.

Tidak hanya itu, sejumlah hotel yang memiliki chef handal juga diminta Pemkot untuk menyalurkan CSR nya dalam pentuk pelatihan juru masak di sentra PKL dan wisata kuliner Surabaya.

Sehingga masing-masing warung PKL di sentra itu akan memiliki andalam mereka untuk dijual ke pelanggan dan mampu menarik wisatawan untuk datang.

"Ini kita sudah evaluasi dulu di salah satu sentra PKL sedang kita tes kuliner apa yang akan diunggnulkan. Sebab kami mau wisata kuliner di titik A beda dengan yang B. Contohnya ikon yang sudah terbentuk di sentra kuliner Dharmahusada itu sop kikil kambing, jadi kalau mau cari sop kikil kambing di Surabaya ya ke situ," urainya.

Baca: Gol serta Selebrasi David da Silva ke Gawang BFC Penuh makna

Menciptakan destinasi wisata kuliner di sentra yang ada diyakini akan menarik pelanggan dan membuat ramai sentra kuliner yang ada.

Dengan begitu harapannya PKL yang sudah di menempati sentra wisata kuliner tidak memutuskan untuk berjualan di jalan lagi. Sebab selain merusak keindahan kota, juga menimbulkan macet dan kotor di pinggir jalan Kota Pahlawan.(Surya/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help