Relokasi RPH Ditolak Mitra Jagal, Ketua Komisi B DPRD Surabaya: Harus Ada Solusi

Rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) ke Tambak Osowilangun yang lebih modern ternyata mendapat resistensi mitra jagal

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
RELOKASI - Penolakan jagal atas relokasi RPH Pagirian ke Osowilangun itu mendapat respon Ketua Komisi B DPRD Surabaya Muhammad Faridz Afif. 

Poin Penting : 

  • Rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) ke Tambak Osowilangun yang lebih modern ditolak mitra jagal
  • Ada kecemasan terkait jarak dan biaya operasional tambahan
  • Selain itu soal fasilitas yang dikeluhkan mitra jagal

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) ke Tambak Osowilangun yang lebih modern ternyata mendapat resistensi mitra jagal.

Petugas pemotong sapi di RPH Pagirian ini menolak relokasi.

Ada kecemasan terkait jarak dan biaya operasional tambahan. Selain itu soal fasilitas yang dikeluhkan jagal. Terutama menyangkut kandang sapi.

Saat ini tengah dikombinasikan dengan semua pemangku kebijakan. Pihak RPH juga akan menunggu semua sudah clean and clear sebelum memastikan relokasi.

Meski sesuai jadwal, akhir Oktober besok mestinya relokasi RPH dari Pegirian ke Osowilangun sudah dilakukan. Saat ini proses relokasi itu sudah berlangsung.

Baca juga: Mitra Jagal Tolak Relokasi RPH Surabaya ke Osowilangun, Pemkot Bakal Rumuskan Formula Terbaik

Termasuk sudah lebih dulu relokasi aktivitas potong babi yang sudah berhasil direlokasi. Nantinya kawasan RPH akan masuk dalam peta pengembangan kawasan wisata religi Ampel.

Penolakan jagal atas relokasi RPH Pagirian ke Osowilangun itu mendapat respon Ketua Komisi B DPRD Surabaya Muhammad Faridz Afif.

Penolakan itu bagian dari aspirasi warga yang tidak boleh diabaikan.

Hasil komunikasi dengan pelaku jagal dengan Komisi B bahwa ada potensi bertambahnya biaya operasional kalau relokasi ke Osowilangun. Dampaknya berpotensi naiknya harga daging di pasaran.

Hal itu juga bisa memperpanjang rantai distribusi. Dikhawatirkan kualitas daging ke pasar ikut berpengaruh.

“Harus ada solusi. Jangan sampai aktivitas jagal berhenti. Peredaran daging di Surabaya bisa terganggu. Ini yang tidak kita inginkan,” kata Afif.

Pemkot dalam hal ini Bagian Perekonomian, bersama RPH harus segera duduk bersama dengan mitra jagal. Harus ada solusi bersama yang adil. Inilah pentingnya komunikasi pemerintah dan masyarakat.

Menurut Afif konteksnya relokasi tidak berdasarkan pada gedung megah semata.  Pembangunan ideal adalah yang berpihak pada kebutuhan rakyat bawah. Termasuk ketercukupan daging untuk masyarakat.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved