Pemkot Surabaya Pastikan Proyek Overpass dan Underpass Satelit Tetap Dikerjakan Pihak Pengembang
Pemerintah Kota Surabaya memastikan proyek hibah underpass Bundaran Satelit Mayjend Sungkono Surabaya tetap dikerjakan pihak pengembang.
Penulis: Nurul Aini | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memastikan proyek hibah underpass Bundaran Satelit Mayjend Sungkono Surabaya tetap dikerjakan pihak pengembang.
Hal tersebut ditegaskan, sebab terhentinya proyek karena kurangnya anggaran pembangunan yang berasal dari pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Jatim itu sempat menjadi sorotan.
Hendro Gunawan, Sekretaris Kota Surabaya menjelaskan, setelah Pemkot Surabaya duduk bersama REI, diperoleh sebab kekurangan dana dari pengembang karena lemahnya ekonomi akibat fluktuasi rupiah.
Baca: Jalin Kerja Sama dengan Bank Jatim, BRI akan Beri Sejumlah Fasilitas Perbankan
Karenanya, Hendro menegaskan, Pemkot Surabaya siap membantu pendanaan melalui APBD jika ada kekurangan anggaran.
"Prinsipnya mereka (REI) tetap sanggup merealisasikan, hanya saja ada beberapa (kendala), mungkin fluktuasi nilai tukar dan sebagainya. Makanya nilai ini kita akan koreksi, salah satu sekenarionya sisa koreksi kita upayakan lewat APBD. Bukan takeover," kata Hendro, Sabtu (14/7/2018).
Proyek overpass satelit mulai dikerjakan 2 tahun lalu dan terhenti beberapa kali karena belum terkumpulnya uang dari para pengembang.
Baca: SMA Plus, Sekolah Gratis untuk Siswa Tak Mampu dan Putus Sekolah di Surabaya
Underpass dan overpass yang dikerjakan para pengembang sebagai bentuk hadiah pada Pemkot Surabaya.
Proyek overpass dan underpass sebenanya sudah hampir rampung, hanya saja terhenti karena kendala dana pengembang.
Overpass sudah selesai 100 persen, sedangkan underpass sudah berjalan sekitar 40 persen.
Diharapkan jalan tersebut dapat mengurai kepadatan kendaraan dari utara ke selatan dan barat ke timur, sehingga tidak terjadi crossing.
Baca: Babak Eliminasi, ‘Produce 48’ Umumkan Peringkat 58 Kontestan Teratas, Lee Ga Eun Masih Mendominasi
Pemkot Surabaya, kata Hendro, saat ini sedang menghitung kekurangan anggaran setelah fluktuasi.
"Bukan takeover, tinggal mana yang dikerjakan pemkot, mana dikerjakan pengembang, itu saja," kata Hendro.
Hendro mencontohkan, misal dana yang seharuanya Rp 70 miliar karena ada perhitungan fluktuasi dolar, maka material naik.
Jika naiknya misal menjadi Rp 80an nanti akan diatur untuk dibantu pemkot melalui APBD.
Baca: Marak Pencurian Motor, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Imbau Masyarakat Gunakan Kunci Ganda
"Kita sekarang kaji lagi ngaturnya bagaimana, strukturnya Rp 75 miliar jalan maka in-outnya kurang Rp 5 kita (Pemkot) yang bantu," jelas Hendro.
Yuk subscribe YouTube Channel TribunJatim.com