Hari ini Dokter Lakukan Evaluasi Kesehatan Gadis Mojokerto Korban Hukuman Squat Jump

Mashanum Dwi Aprilia masih dirawat intensif di kamar Pajajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Soekandar Mojosari, Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Yoni Iskandar
Kolase Surya.co.id
MDA, Siswi yang terancam lumpuh akibat hukuman dari sekolah 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Setelah menjalani sejumlah rangkaian pemeriksaan tulang belakang oleh dokter spesialis, Mashanum Dwi Aprilia (16) saat ini masih dirawat intensif di kamar Pajajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Minggu (22/7/2018).

Hanum sapaan wanita ini kondisinya semakin membaik setelah dinyatakan sempat tidak bisa berjalan terancam lumpuh diduga karena diberi hukuman squat jump puluhan kali oleh anggota dan seniornya.

Jatmiko, Direktur RSUD Prof Dr Soekandar menuturkan dari laporan perawat yang merawat Hanum terkini kondisi kesehatannya relatif ada peningkatan semakin membaik.

"Kondisinya sudah berangsur pulih, sakit nyeri di bagian kaki dan tulang belakang sudah tidak lagi dirasakannya (Hanum)," ucapnya kepada Surya (Tribunjatim.com).

Siswi di Mojokerto Terancam Lumpuh Usai Dihukum, Kementerian PPPA: Guru Harus Diberi Penindakan

Menurut dia, sebelumnya Hanum menjalani pemeriksaan medis Radiologi untuk mengetahui cedera tulang belakang yang dialami korban yang disinyalir disebabkan karena aktivitas berlebihan saat diberi hukuman squat jump kala itu.

Radiografi ini untuk memastikan kelainan atau cedera pada tulang belakangnya. Hasil Radiografi tersebut juga untuk mengetahui secara pasti penyebabnya hingga sempat membuat Hanum tidak bisa berjalan.

"Hasil Rontgen (Radiografi) tidak ditemukan keretakan tulang masih normal," bebernya kepada Tribunjatim.com.

Jatmiko mengatakan saat ini pasien masih dilaksanakan observasi di ruangan perawatan. Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan Hanum akan dirawat di rumah sakit ini.

"Perkembangan pasien relatif membaik, akan dievaluasi lebih lanjut pada Senin besok," ujarnya.

Masih kata dia evaluasi terkait hasil pemekaran Radiografi ini untuk memastikan langkah selanjutnya yang nantinya akan dipakai tim dokter untuk menentukan pengobatan pasiennya.

Jadi Penyebab Kekalahan Persebaya Karena Kartu Merah, Oktafianus Fernando Minta Maaf

Terkait detail evaluasi hasil pemeriksaan lanjutan ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada dokter spesialis yang menangani Hanum.

"Jika penjelasan lebih detail itu kepada dokter yang merawat yang berwenang," kata Jatmiko.

Sebelumnya, Hanum Siswi SMAN 1 Gondang kelas XI terancam lumpuh disinyalir setelah diberi hukuman squat jump lebih dari 90 kali oleh anggota dan seniornya lantaran terlambat datang saat pelatihan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di sekolahnya pada Jumat (13/7/2018) kemarin.

Akibatnya fatal, korban menderita nyeri di kedua kaki dan hingga tulang belakangnya hingga tidak bisa berjalan.

Saat itu, kondisi Hanum mengalami kaku seperti mati rasa di separo tubuhnya bagian kaki hingga tulang belakang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved