Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Harga Telur di Pasar Wonokromo Surabaya Turun Jadi Rp 23 Ribu Per Kilo, Kondisi Pasar Malah Sepi

Harga telur di Pasar Wonokromo Surabaya telah berangsur turun, Jumat (27/7/2018).

Penulis: Arie Noer Rachmawati | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Markad (54), penjual telur di Pasar Wonokromo mengatakan, harga telur sudah turun, pada Jumat (27/7/2018). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Harga telur di Pasar Wonokromo Surabaya telah berangsur turun, Jumat (27/7/2018).

Yang mulanya dibanderol Rp 29 ribu per kilogram kini menjadi Rp 22 ribu-Rp 23 ribu per kilogram.

Markad (54), penjual telur di Pasar Wonokromo selama 34 tahun itu mengatakan, harga telur kini sudah turun di angka Rp 22.500 per kilogram.

Ia mengaku memberikan harga Rp 22 ribu per kilogram, apabila pembeli membeli telur dalam jumlah yang besar seperti tiga hingga empat kilogram.

Kota Kediri Gelar Operasi Pasar, Telur Ayam Dijual Lebih Murah Rp 5 Ribu Dari Harga Pasar

Namun meskipun harga telur sudah menurun, kata dia, kondisi pasar malah cenderung sepi.

"Harga sudah turun tapi pasarnya sepi. Kemarin waktu harga telur naik, malah banyak yang mencari telur," katanya kepada TribunJatim.com, Jumat (27/7/2018).

Dia menambahkan, untuk memasok telur, ia hanya mengambil dua hingga tiga peti saja di tengkulak.

Di mana dalam satu peti tersebut berisi 10 kilogram telur.

Harga Telur Tembus Rp 37 Ribu, Disdag Surabaya Terus Gelar Operasi Pasar Mandiri di Tempat ini

"Tidak berani ambil stok banyak, takut juga telurnya pecah kan jadi rugi. Karena ambil untungnya ya Rp 1.000-Rp 1.500. Satu peti itu biasanya dua hari sudah habis," jelasnya.

Sementara itu, Jayus (52) mengatakan, harga telur di dagangannya sebesar Rp 23 ribu per kilogram.

Ia mengaku mengambil untung sebesar Rp 1.500 per kilogram.

"Harga telurnya naik turun, tidak stabil. Ambil pasokannya sedikit takut banyak yang pecah juga. Kalau pecah kan tidak bisa dijual," katanya.

Bidik Pelaku UMKM, Schneider Electric Indonesia Luncurkan Seri Easy UPS

Di samping itu, harga daging ayam potong di Pasar Wonokromo terpantau naik di kisaran harga Rp 38 ribu hingga Rp 39 ribu per kilogram.

Satu di antara pedagang ayam, Herni mengatakan, harga ayam naik padahal sebelumnya di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu per kilogram.

"Itu malah di Sidoarjo ada yang tembus Rp 40 ribu per kilogram. Ini harga ayam naik karena dari agen pakannya mahal. Belum lagi dolar yang naik juga berimbas ke daging ayam," katanya.

Sukses Melantai di Bursa Efek, Emiten Berkode RISE Kembangkan Dua Proyek Baru di Surabaya

Yuk subscribe YouTube Channel TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved