Sebelum Dioperasikan, Bus Double Decker Diuji Coba Dinas Perhubungan Kota Surabaya
Dinas Perhubungan Kota Surabaya melakukan uji coba bus baru, yakni bus tingkat atau double decker.
Penulis: Nurul Aini | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Perhubungan Kota Surabaya melakukan uji coba bus baru, yakni bus tingkat atau double decker.
Bus yang baru saja diterima dari hibah Bank Mayapada tersebut rencananya akan dioperasikan untuk membantu Bus Suroboyo yang juga akan dibayar menggunakan sampah.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat mengatakan, dari uji coba yang dilakukan, didapati masih perlu dilakukan penataan seperti perampingan ranting dan utilitas.
• Dua Jembatan Penyeberangan Orang akan Dibangun Melintasi Jalur Panjang Frontage Ahmad Yani Surabaya
Selain itu juga perlu melakukan penambahan rambu stop bus dan halte untuk menertibkan parkir kendaraan di tepi jalan.
"Ada beberapa kabel utilitas, perampingan ranting yang perlu penyesuaian, serta penempatan rambu stop bus dan halte agar tebebas dari parkir kendaraan," kata Irvan, Senin (30/7/2018).
Irvan mengatakan, pihaknya harus memastikan rute yang dilalui aman karena bus double decker memiliki tinggi di atas rata-rata.
• Banyak Sampah Popok di Sungai Surabaya, Ecoton Ingatkan Warga, Pemerintah dan Gubernur Jatim Baru
Rencananya bus akan melayani rute yang belum dilalui Bus Suroboyo, yakni dari Universitas Negeri Surabaya di Lidah hingga kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Uji coba dilakukan mulai dari Park and Ride Mayjen Sungkono-Adityawarman-Darmo-Urip Sumoharjo-Basuki Rahmat-Embong Malang-Blauran-Bubutan.
Irvan menegaskan akan lebih dahulu melakukan evaluasi berdasarkan uji coba sebelum mengoperasikan bus dengan kapasitas 71 orang tersebut.
• Usai Laga Persebaya Vs Persib, Dispora Surabaya Keluhkan Kondisi Stadion Gelora Bung Tomo yang Rusak
Sebab ia tidak mau ada masalah saat bus telah dioperasikan nantinya.
"Dengan kondisi bus yang tinggi dan panjang, makanya terus kami lakukan evaluasi agar tidak menimbulkan problem saat operasional," kata Irvan.
Yuk subscribe YouTube Channel TribunJatim.com