Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Hari Kemerdekaan RI

Warga di Tulungagung Upacara Bendera Pakai Bahasa Jawa Kromo Inggil

pasukan telah bersiap melaksanakan upacara bendera di lapangan Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung, Jumat (17/8/2018) pagi.

Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
david yohanes/surya
Pembacaan teks Pancasila dalam meperingai HUT kemerdekaan Ri di Tulungagung 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Barisan pasukan telah bersiap melaksanakan upacara bendera di lapangan Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung, Jumat (17/8/2018) pagi.

Namun yang unik, peserta upacara ini memakai keseharian. Ada yang memanggul tanki penyemprot hama, membawa buah belimbing maupun berkebaya dengan caping.

Peserta upacara ini adalah warga dari berbagai profesi, mulai petani buah belimbing, pembuat wingko, kelompok konveksi, pembuat peyek, pelajar SMPN 5 Tulungagung dan berbagai profesi lain.

Para petugas upacara memakai pakaian adat Jawa. Khusus pemimpin upacara mengenakan topi raja.

Semua bahasa dalam upacara ini menggunakan bahasa Jawa kromo inggil (halus).

Terima Uang sebagai Penghargaan dari Pemkot Surabaya, Supriadi akan Gunakan untuk Bantu Orang Tuanya

Kecuali aba-aba Peraturan Baris Berbaris (PBB), teks Pancasila, pembukaan UUD 1945 dan teks Proklamasi.

“Upocoro gendero, mengeti dinten kamardikan Nagari Kesatuan Republik Indonesia kaping pitungdoso tigo, dinten Jumat suryo kaping pitulas, Agustus warso kalih ewu wolulas enggal kawiwitan.”

“(Upacara bendera, memperingati hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke-63, hari Jumat tanggal 17 Agutus tahun 2018 segera dimulai),” seru pembawa acara membuka upacara bendera.

Pelaksanaan upacara berjalan dengan khidmat dengan nuansa Jawa yang sangat kental.

Misalnya saat pembacaan teks Pancasila, dibuat seolah-olah membacakan pengumuman di era kerajaan.

Pemimpin upacara, Edy Subkhan mengatakan, butuh persiapan khusus untuk mempelajari bahasa Jawa halus.

Terlebih dulu petugas upacara harus mencari referensi teks upacara yang asli.

Roy Kiyoshi Unggah Foto untuk Pertama Kalinya Sejak Foto Operasi Plastik Beredar, Apa yang Berubah?

“Runtutan upacara, terus pengantar bahasanya semua kami cari di Google,” terang Edy.

Setelah mendapatkan runtutan acara serta susunan bahasanya, kemudian diserahkan kepada para sesepuh.

Sesepuh inilah yang kemudian menerjemahkan teks Bahasa Indonesia, ke bahasa Jawa kromo inggil.

“Petugas upacara kemudian menghapal teks terjemahan itu,” ucap Edy.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved