Viral Karnaval TK Probolinggo, Koordinator JIAD: Mari Tunjukkan Agama yang Toleran & Anti Kekerasan

Aan Anshori, koordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur ikut memberikan tanggapan terkait viral karnaval TK di Probolinggo.

Viral Karnaval TK Probolinggo, Koordinator JIAD: Mari Tunjukkan Agama yang Toleran & Anti Kekerasan
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Pegiat Gusdurian dan Koordinator JIAD Jatim, Aan Anshori 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebuah acara karnaval TK di Probolinggo sempat ramai diperbincangkan.

Pasalnya saat karnaval, murid-murid TK tersebut mengenakan pakaian serba hitam dan membawa senjata mainan.

Berbagai respon berdatangan dari banyak pihak usai cuplikan foto maupun video karnaval tersebut viral di media sosial.

Aan Anshori, koordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur ikut memberikan tanggapannya.

Ia menyayangkan penggunaan atribut yang dipakai para murid TK tersebut.

Menurutnya, hal itu secara tidak langsung sudah menanamkan spirit kekerasan yang bisa diidentikkan dengan Islam.

"Akan tetapi hal ini tidaklah tepat, karena berpotensi semakin menguatkan citra Islam sebagai agama yang jauh dari sisi pengasih dan penyayang," jelas Aan, Selasa (21/8/2018).

Beda Nasib dengan Joni, Bocah Ini Juga Panjat Tiang Bendera Saat Upacara Tapi Cuma Dapat Salam

Aan juga mengungkapkan, pihak-pihak yang terlibat dalam karnaval tersebut seharusnya bisa lebih sensitif, terutama dalam mencitrakan Islam.

"Saya mengapresiasi klarifikasi dan permintaan maaf para pihak yang terlibat. Dengan demikian, upaya aparat kepolisian yang kabarnya tengah memburu pengunggah dokumentasi acara karnaval tersebut, jika benar, harus steril dari motif kriminalisasi," imbuhnya.

Menurutnya, semua pihak juga perlu memberikan apresiasi positif pada pengunggah, karena telah berjasa memberitahukan adanya hal yang perlu dikoreksi secara bersama.

Lebih lanjut, ia mendesak agar Menteri Pendidikan bisa sungguh-sungguh merespon suburnya pandangan intoleran di kalangan para siswa dan mahasiswa.

"Saya juga meminta semua pihak untuk menyudahi kegaduhan ini dan kembali bekerjasama secara serius mempromosikan model beragama yang toleran, anti kekerasan, dan mengusung spirit bhinneka tunggal ika," pungkasnya.

Nikita Mirzani Dikritik Gara-Gara Unggah Foto Pria Bule di Kamar Mandi, Begini Klarifikasinya

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved