Petakan Daerah Kekeringan di Jatim dengan Pakar, Khofifah akan Bangun Embung untuk Irigasi Sawah
Musibah kekeringan menjadi salah satu masalah yang setiap tahun terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Musibah kekeringan menjadi salah satu masalah yang setiap tahun terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur.
Untuk mengatasinya, saat pemerintahannya nanti, Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa sudah menyiapkan beberapa solusi.
Saat menggelar rapat khusus dengan pakar air, Kamis (23/8/2018) Khofifah terlebih dahulu memetakan daerah persawahan yang rawan terjadi kekeringan karena jauh dari akses irigasi untuk dibuatkan embung-embung.
• Usai Dilantik Tahun Depan, Khofifah Langsung Bangun 10 Pondok Pesantren Gratis
"Saat ini kita memiliki problem untuk mengatasi persawahan yang mengalami kekeringan saat kemarau. Maka saya bertemu dengan pakar air, beliau ini sudah ambil studi S3 dua kali di Prancis tentang air," ucap Khofifah.
Pakar tersebut, dikatakan Khofifah sudah pernah membuat pemetaan air dengan membuat sudetan di Bengawan Solo saat kampanye 2008 lalu dengan sangat detail.
Namun karena pemetaan tersebut sudah sepuluh tahun yang lalu, maka Khofifah memutuskan untuk melakukan pemetaan ulang, dan bukan hanya di sudetan Bengawan Solo, tapi menyeluruh di Jawa Timur.
Nantinya embung yang dibuat berukuran tidak terlalu besar yaitu embung yang cukup untuk mengairi 10 hektar sawah.
• Hadiri Peringatan Kemerdekaan RI, Khofifah Pastikan Pendidikan untuk SMA/SMK pada 2019 Gratis
Hal ini dikarenakan agar dalam pengoperasiannya tidak perlu bantuan mekanik tambahan dan dilakukan secara mandiri oleh petani langsung.
Ia ingin petani bisa memaksimalkan fungsi gapoktan yang masih eksis di kalangan petani untuk mengoperasikan dan mengelola embung ini nantinya.
Sebab dari teknologinya juga dipilihkan yang bisa dioperasikan petani di sekitaran embung.
"Yang teknologinya masyarakat bisa tanggung jawab sendiri dan dikelola lewat gapoktan," imbuhnya.
• Kandaskan Semua Lawan dalam Dua Gim, Ini Hasil Lengkap Wakil Indonesia pada Bulu Tangkis Perorangan
Diharapkan embung-embung ini akan menjadi solusi menjawab keluhan petani yang sering ia terima saat kampanye keliling Jawa Timur selama empat bulan.
Embung ini akan masuk dalam rencana pembangunan Jawa Timur jangka menengah, dan siap direalisasikan mulai tahun depan.
Terlebih saat ini juga sedang pembahasan RT RW baru Jawa Timur, sehingga fungsi pemetaan air ini dikatakan Khofifah juga sangat penting.