Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Makan Bergizi Gratis

Temuan Nasi Basi Bikin Pemkab Situbondo Evaluasi Program MBG: Tak Ada Lagi

Pemerintah Kabupaten Situbondo, melakukan evaluasi pemberian makan bergizi gratis (MBG) pada siswa di Situbondo.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/IZI HARTONO
EVALUASI - Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah saat memimpin rapat evaluasi MBG di ruang Intellegency Room Pemkab Situbondo. 

Poin Penting:

  • Program yang Dievaluasi: Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa.
  • Alasan Evaluasi: Ditemukan nasi basi dan penggunaan saus kemasan yang dilarang.
  • Penyebab Masalah: Beban kerja dapur terlalu besar, dengan satu dapur melayani hingga 4.000 siswa.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten Situbondo, melakukan evaluasi pemberian makan bergizi gratis (MBG) pada siswa di Situbondo.

Evaluasi MBG yang berlangsung diruangan Intellegency Roo Pemkab Situbondo ini dilakukan setelah ditemukan MBG yang diberikan kepada anak sekolah itu makanannya telah basi.

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengatakan, berdasarkan hasil testemoni kepada siswa, memang ada nasi basi, sehingga dilakukan evaluasi.

Menurutnya, pihaknya berharap dengan adanya evaluasi, MBG itu tidak ada lagi keluhan dari siswa,

Baca juga: Tiba-Tiba Oleng, Pemotor Tabrak Truk di Jalur Situbondo-Banyuwangi, 1 Tewas Saat di RS

"Makanya satu minggu sebelumnya, masing masing kepala dapur bisa menyuguhkan menu yang akan dimasak kepada Dinas Kesehatan. Sehingga bisa mengukur takaran  kalori yang bisa dimasak,"ujarnya.

Alasan tidak disamakan masing masing dapur (SPPG), kata Mbak Ulfi, karena ini berkaitan dengan ketersediaan pangan yang berada di Kabupaten Situbondo.

"Baik itu dari sisi lauk pauk dan sayur mayurnya, karena kita masih ada bahan yang didatangkan dari luar Situbondo. Ini baru lima dapur, apalagi akan ada tambahan tiga dapur yang akan beroperasi lagi," katanya.

Mbak Ulfi mengatakan, kepala dapur MBG audah bekerja sangat luar biasa, akan tetapi masih ditemukan menggunakan saos berbentuk kemasan.

"Karena itu dilarang kesehatan, makanya kita evaluasi agar kedepan tidak ada lagi dan semakin bagus sesuai standar kesehatan,"  tukasnya.

Ditemukan makanan yang basi itu, wabup asal Kecamatan Jangkar menduga karena satu dapur MBG tidak hanya melayani seribu siswa, melainkan sasaran siswanya bisa mencapai sebanyak 3.500 sampai 4000 orang siswa.

Baca juga: Operasi Gabungan di Situbondo, 65 Kendaraan Terjaring Razia

"Jadi masaknya tidak lagi jam 3 dini hari, akan tetapi prosesnya bisa dilakukan sore," jelasnya.

Untuk itu, sambungnya, pihaknya berharap agar dapur dapur MBG selalu melakukan evaluasi setiap hari.

"Dengan evaluasi itu, akan memperkecil persoalan yang akan terjadi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved