Seminggu Pacari Siswi SMA di Surabaya, Pemuda ini Langsung Ajak Hubungan Badan, Terungkap WhatsApp

Pemuda ini langsung beberapa kali mengajak hubungan badan siswi SMA di Surabaya yang baru dipacarinya seminggu, hingga ...

Seminggu Pacari Siswi SMA di Surabaya, Pemuda ini Langsung Ajak Hubungan Badan, Terungkap WhatsApp
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Muslimin Hamzah, pelaku pencabulan di Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap pelaku pencabulan anak di bawah umur.

Pelakunya MH (22) warga Jalan Benowo Tegal Surabaya. Pelaku tidak lain adalah orang terdekat korban yang menjalin hubungan asmara.

Korbannya, CPA (16) warga Surabaya yang masih berstatus pelajar SMA.

Lebih dari satu pekan lamanya pelaku mengenal korban. Mereka menjalin asmara hingga terjadilah pencabulan dan persetubuhan.

Tiap Bulan Rutin Setubuhi Pacarnya yang Siswi SMA di Villa, Irsa Ganti Rasakan Pengap Penjara

Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni menjelaskan, pelaku memaksa korban berhubungan intim layaknya pasangan sah suami istri.

Dengan tipu dayanya pelaku membujuk korban agar menuruti keinginannya dengan janji akan menikahinya.

"Pelaku melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur di kursi sofa ruang tamu rumah korban," ujarnya saat dihubungi Surya (Grup Tribunjatim.com), Selasa (28/8/2018).

Dia mengatakan, kasus ini terbongkar setelah ayah korban mengetahui percakapan anaknya dengan pelaku di WhatsApp di ponsel milik korban yang mengarah pada tindakan mesum.

Setelah Dilahirkan di Villa, Bayi Tak Berdosa ini Ditaruh Ortunya di Jok Motor Hingga Meregang Nyawa

Sontak, orang tua korban tidak terima melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya.

"Pelaku lebih dari dua kali melakukannya dengan korbannya. Hal itu dilakukan pelaku di rumah korban dalam kondisi sepi," ungkapnya.

Menurut Ruth Yeni, meski tidak ada paksaan namun pelaku diduga melakukan intimidasi merayu korbannya sehingga terjadi kasus persetubuhan dibawah umur ini.

Disekap dan Disiksa Kawanan Pria, Gadis ini juga Diperkosa dan Sekujur Tubuh Dirajah Pakai Tato

Untuk mengantisipasi adanya trauma, saat ini anggota PPA Polrestabes Surabaya masih mendampingi korban untuk memulihkan kondisi psikisnya.

Sebelumya, pasca kekerasan seksual terhadap korban pihaknya telah bekerjasama dengan dokter spesialis kandungan untuk mencegah adanya hal yang tidak diinginkan.

"Dokter tidak menemukan tanda indikasi kehamilan terhadap korban," ucapnya. (Surya/ Mohammad Romadoni)

Perampasan Mobil Taksi Online di Sidoarjo Dibongkar, Pelakunya Empat Sekawan dengan Peran Berbeda

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved