Ternyata Pilot Indonesia Punya Sejumlah Kelebihan Dibandingkan Pilot dari Negara Lain

Nama pilot Indonesia tampaknya sudah cukup harum di dunia penerbangan internasional, tepatnya di kalangan pilot negara-negara Asia Pasifik.

Ternyata Pilot Indonesia Punya Sejumlah Kelebihan Dibandingkan Pilot dari Negara Lain
dok Garuda Indonesia/Tribunnews.com
Ilustrasi pilot 

TRIBUNJATIM.COM - Nama pilot Indonesia tampaknya sudah cukup harum di dunia penerbangan internasional, tepatnya di kalangan pilot negara-negara Asia Pasifik.

Kapten Martinus Kadayu, Vice President Garuda Indonesia Training Centre, mengatakan meski kompetensi pilot di dunia standarnya sama, tapi ada kriteria lebih dari beberapa negara salah satunya Indonesia.

"Pilot Indonesia kalau dilihat secara general sama dengan yang dari negara luar, karena standarisasinya aturan dan kompetensinya sama. Tapi kalau dicermati lagi, ada yang beda," tutur Martin saat KompasTravel berkunjung ke Garuda Indonesia Training Centre (GATC) di Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).

Martin mengatakan pilot Indonesia terkenal lebih tangguh dan lebih giat dalam berproses.

Agresif Perluas Pasar, LG Electronics Indonesia Kenalkan Dua AC Single Commercial Hemat Listrik

Nilai tersebut yang membuat banyak pilot kawakan dari Indonesia diterima di berbagai negara besar di dunia.

"Unggulnya pilot Indonesia itu lebih tough, lebih giat (berproses).

Saya lihat itu dari banyaknya pilot yang berhasil di internasional," tambahnya. Sampai sekarang, menurut Martin, pilot Indonesia yang sudah berkarir di berbagai maskapai dalam negeri bisa lebih mudah melamar ke penerbagan-penerbangan internasional negara lain, seperti Timur Tengah, Korea, China, dan lainnya.

"Mereka (negara luar) menilai kalau grade pilot kita itu bagus, bisa diperhitungkan. Ya, harum juga namanya di luar," tambahnya pada KompasTravel.

Martin memberikan saran bagi calon-calon penerbang Indonesia, karena standar yang dipasang sama secara internasional, maka harus punya nilai lebih.

Satu di antaranya adalah ketahanan dalam belajar dan berproses.

"Bagaimana kita punya kemauan yang lebih dari orang lain. Di Indonesia itu banyak yang mau lebih, ketahanan mau belajar," tutupnya.

Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help