Siswa MTs Tarbiyatul Wathon GResik Ciptakan Robot Selam Pengikat Benda di Dasar Laut

Tiga siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon Desa Campurejo Kecamatan Panceng ,Kabupaten Gresik menciptakan robot 'under water'

Siswa MTs  Tarbiyatul Wathon GResik Ciptakan Robot Selam Pengikat Benda di Dasar Laut
(surya/Sugiyono)
INOVATIF - Tiga siswa MTs Tarbiyatul Wathon Desa Campurejo Kecamatan Panceng menunjukkan robot 'under water' dan robot gathering' hasil karyanya yang menjadi juara dua dan tiga dalam ajang kontes robot Negara Islam di Malaysia, Minggu (16/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tiga siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon Desa Campurejo Kecamatan Panceng , Kabupaten Gresik menciptakan robot 'under water' dan robot gathering'.

Inspirasi itu muncul karena kegiatan masyarakat pesisir di Pantai Panceng untuk mencari kerang dan simping di dasar laut.

Tiga siswa kelas IX itu yakni M.Fatih Syajroni (14), dan Zamanul Khoir (14), serta M. Shobahun (14). Semuanya siswa kelas IX.

Fatih mengatakan, fungsi robot tersebut diciptakan untuk memindahkan benda di dasar laut yang masih dangkal sehingga robot diciptakan tahan air dan bisa dikontrol dari darat.

Untuk menambah kemampuan melihat benda-benda di laut, robot tersebut dilengkapi dengan lampu dan optik yang bisa melihat dan mengenali benda-benda yang diperlukan.

BKD Kota Surabaya Siapkan Gedung Gelanggang Remaja Tambaksari untuk Gelar Tes CPNS 2018

Khusus robot under water diciptakan saat terinspirasi oleh para masyarakat yang mencari kerang di pantai tepi laut. Dengan kondisi geografis di Desa Campurejo yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Sehingga diharapkan robot hasil ciptaannya bisa bermanfaat bagi masyarakat.

"Kita menciptakan robot under water ini berfungsi mengambil benda di dalam air khususnya di pantai-pantai laut. Sedangkan robot gathering bisa memindahkan benda di daratan," kata M Fatih Syajroni, Minggu (16/09/2018).

Fatih menambahkan bahwa untuk menciptakan robot di dasar laut itu, dibantu kedua rekanya dengan dibimbing gurunya. Waktu yang diperlukan untuk membuat robot tersebut kurang lebih hampir satu bulan, sebab peralatan yang diciptakan harus dikumpulkan terlebih dahulu. Serta diperlukan beberapa kali uji coba robot kapal masuk ke dalam air.

Modal untuk membuat robot tersebut dibantu pihak sekolah dan iuran dari uang saku masing-masing anggota. Total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 1 Juta. Baik untuk membeli onderdil dan perlengkapan elektronik lainnya. "Alhamdulillah setelah berhasil melalui beberapa kali uji coba, akhirnya sekolah membantu biaya untuk membuat robot selam atau under water," imbuhnya.

Sementara Zamanul Khoir mengatakan bahwa robot tersebut berhasil diciptakan dari dasar-dasar ilmu pengetahun di sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu juga atas bimbingan dan doa dari orang tua sehingga bisa lancar dalam berkarya dan belajar. "Berbekal ilmu pengetahuan dari bangku sekolah dan dibimbing oleh guru, sehingga bisa menciptakan kedua robot," kata Khoir.

Robot-robot tersebut, diikutkan lomba dalam ajang kontes robot oleh Negara Islam se-Asia yang berlangsung di Malaysia dengan peserta 138 peserta. Ternyata, robot tersebut meraih juara juara kedua dengan medali perak, dan juara tiga dengan medali perunggu.

Polres Pasuruan Masih Periksa Sopir Truk

Mohammad Lazim (42), Wakil kepala ( Waka ) sekolah MTs Tarbiyatul Wathon bidang Penjaminan Mutu menuturkan bahwa dari dua prestasi itu tidak disangka oleh sekolah, sebab persaingan yang ketat dan biaya untuk berangkat ke Malaysia juga kurang mendukung. Namun, atas dukungan para alumni dan doa orang tua sehingga robot-robot tersebut bisa meraih juara dengan kategori kecepatan dan inovasi.

"Nilai yang terbaik di dua kategori, yaitu kategori kecepatan dalam memprogram robot gathering dan keahlian inovasi memprogram robot under water," kata Lazim. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help