Pemkot Surabaya Mulai Kerjakan Proyek Rumah Pompa Petekan
Pembangunan rumah pompa di ujung sungai Kalimas yaitu di kawasan Petakan mulai dikerjakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pembangunan rumah pompa di ujung sungai Kalimas yaitu di kawasan Petakan mulai dikerjakan oleh Pemkot Surabaya.
Rumah pompa sebagai pengontrol air laut ini mulai dikerjakan sebagai antisipasi banjir di tengah kota dan wilayah utara.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, ada dua rumah pompa yang dibangun baru tahun ini untuk antisipasi banjir. Yang pertama ada di kawasan Kandangan dan yang kedua ada di kawasan Petekan.
"Yang Petekan ini sudah jalan, tapi masih baru mulai karena tendernya lama. Sekarang baru 15 persen progressnya," kata Risma, Jumat (21/9/2018).
• Disuruh Kembalikan Body Seperti Dulu, Via Vallen Malah Mengaku Punya Penyakit Akut
Proyek rumah pompa di Petekan ini dipastikan tidak selesai tahun ini. Namun dengan anggaran Rp 40 miliar, proyek tersebut ditarget selesai tahun 2019 lantatan memang dianggarkan multi tahun.
Lebih lanjut Risma menegaskan bahwa rumah pompa ini akan menjadi kontrol air di dalam kota Surabaya. Sebab wali kota perempuan pertama Surabaya ini menyebut wilayah tengah kota dan kawasan Surabaya utara sering banjir lantaran terkena arus balik dari laut.
"Selama ini flow air laut masuk ke kota karena kita nggak bisa kendalikan. Air dari laut masuk ke saluran saluran kecil. Karena kita nggak ada pintu airnya," tegas Risma.
Dengan adanya rumah pompa ini, maka jika air sungai sedang tinggi, pompa akan mengarahkan air ke laut. Sebaliknya jika air laut sedang pasang, maka pintu air akan ditutup sehingga air laut tidak masuk ke saluran kecil.
• Perumahan Rotterdam Citra Harmoni di Trosbo Sidoarjo Serasa di Belanda
Selain membangun pintu air di Petekan, Risma mengatakan pihaknya juga mekakukan sejumlah langkah untuk antisipasi banjir. Seperti sebanyak 17 rumah pompa di Surabaya ditambah kapasitasnya. Pemkot menambahkan pompa dengan kapasitas 3 meter kibik.
"Dan hampir semua rumah pompa kita pasang jenset. Sehingga ketergantungan kita ke PLN jauh berkurang," tambahnya. Sebab selama ini rumah pompa terlambat melakukan penanganan di antaranya karena listrik di rumah pompa mati.
Di sisi lain Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan rumah pompa Petekan juga ditargetkan akan menjadi wisata. Menurut Erna, rumah pompa petekan saat ini sudah tahap pemasangan tiang pancang dan pondasi.
• Forkas Jatim Tukar 50 Juta Dollar Amerika ke Rupiah, Moeldoko: Ini Tidak Ada Kaitan Tahun Politik
"Terus kita kerjakan. Kan multi years, tahun depan insyalllah selesai. Ini baru dimulai. Biasanya kantor humas, sekitaran balai kota itu banjir salah satunya ya gara-gara nggak ada pengontrok air laut masuk ke kota," kata Erna.
Sehingga ia optimis proyek rumah pompa Petekan ini akan menyumbang banyak penanganan banjir di Kota Pahlawan.(Tribunjatim.com/Fatimatuz zahroh)