Viral Video Kolam Renang TNI AL Berombak, Komandan Lanudal Juanda: Bukan Rekayasa dari Alat Apapun
Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana mengatakan, video viral terkait gelombang ombak di Kolam Renang Tirta Krida Lanudal Juanda benar adanya.
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Ani Susanti
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana mengatakan, video viral terkait gelombang ombak di Kolam Renang Tirta Krida Lanudal Juanda benar adanya.
"Memang kolam renang ini berada di wilayah tanggung jawab kami. Nah, kemarin saat menjelang tutup, terjadi fenomena yang menarik perhatian. Mungkin ada pengunjung yang mengabadikan fenomena itu," tegas Bayu kepada awak media, Selasa (2/10/2018).
Bayu menambahkan, untuk menyikapi hal itu, pihaknya menjelaskan bahwa kejadian itu tak ada rekayasa sama sekali.
"Bukan rekayasa dari alat apapun. Kolam renang ini juga tak punya alat pembuat gelombang. Adanya hanya alat manual yang berfungsi mengatur sirkulasi air untuk membersihkan dan menjernihkan air," sambungnya.
• Heboh Video Gelombang Air di Kolam Renang Puslatdiksarmil TNI AL Juanda, Begini Penjelasan BMKG
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJatim.com, kolam renang TNI AL Juanda di Pusdiklatmil itu memang diperuntukkan bagi siswa baru dalam berlatih renang.
Kendati demikian, kolam itu juga dibuka untuk umum.
Bayu menambahkan, informasi tentang alat untuk mengubah gelombang di kolam renang, seperti yang beredar di media sosial itu tidak benar.
"Hanya ada alat sirkulasi air. Tidak mungkin menimbulkan dampak gelombang seperti di video, di sisi utara kolam ada lima alat, sisi selatan ada lima alat," tandasnya.
• Video Viral Gelombang Ombak di Kolam Renang TNI AL Juanda Disebut Bukan Buatan
Diketahui, video yang memperlihatkan gelombang tak wajar pada Kolam Renang Tirta Krida Lanudal Juanda beredar luas di media sosial.
Pantauan TribunJatim.com, video tersebut berdurasi 2.16 menit.
Gelombang ombak tersebut banyak dikaitkan dengan peristiwa gempa bumi dan juga disebut rekayasa.
Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, Kolam Renang Tirta Krida Lanudal Juanda masih dibuka untuk umum seperti biasanya.