Kali Pertama Mangga dan Bawang Jatim Tembus Luar Negeri
"Gubernur jatim Pakde Karwo luar biasa ini. Mangga Jatim bisa ekspor ke Malaysia dan Singapura. Begitu juga bawang merah bisa menembus pasar internasi
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah dua bulan lalu Jatim mengekspor kambing dan domba, kini giliran produk Agro dan holtikultura yang juga menembus pasar internasional.
Yang membanggakan, mangga arumanis Jatim dan bawang lokal telah diminati pasar global.
"Gubernur jatim Pakde Karwo luar biasa ini. Mangga Jatim bisa ekspor ke Malaysia dan Singapura. Begitu juga bawang merah bisa menembus pasar internasional," reaksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai elegan ekspor produk pertanian dan holtikultura di Dinas Pertanian Jatim, Senin (8/10/2018).
Ekspor komoditas holtikultura ini seakan menemukan momentum emas. Di saat nilai rupiah melemah dan harga bawang merah turun, Jatim berhasil mengekspor mangga, bawang, dan biji kangkung.
• Meski Kalah dari Arema FC, Persebaya Pulang dan Disambut Bak Pahlawan, Djanur: Terima Kasih Bonek
"Sekali lagi ini membanggakan. Produk pertanian kita menembus pasar dunia. Sebelumnya, buah manggis dari Padang juga tembus ekspor ke China," tandas Andi Amran Sulaiman kepada TribunJatim.com.
Hal ini menandakan bahwa gerakan pertanian telah memberi kontribusi nyata. Pemerintah terus mendorong produksi ekspor dengan mempermudah izin pelaku ekspor.
"Kalau perlu izin kita antar ke rumah pemohon," tambah Andi Amran kepada TribunJatim.com.
Gubernur Pakde Karwo menyebutkan bahwa Jatim memang tengah dikembangkan produk mangga. Semua daerah di Jatim kini telah menjadi penghasil mangga.
"Terutama jenis arumanis yang ekspor telah menyebar. Mulai dari Pasuruan, Situbondo, Banyuwangi, Gresik, hingga Ponorogoro. Pokoknya hampir saya daerah di Jatim," kata Pakde Karwo.
Awalnya memang bibit mangga itu ada di Pasuruan dan Probolinggo. Sementara bawang merah yang berpusat di Nganjuk dan Probolinggo juga kini sudah mulai menyebar.
"Namun yang utama adalah pemenuhan kebutuhan nasional. Baru ekspor," kata Pakde Karwo.
Mentan Amran dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Dirjen Hortikultura Suwandi dan para pelaku usaha serta eksportir hadir dalam pelepasan ekspor itu.
• Ini Permintaan Reza Kambey Atlet Paralayang Yang Meninggal Dunia Karena Gempa Palu
Disampaikan Mentan bahwa selama ini Indonesia ikut memenuhi kebutuhan pangan dunia. Di tahun 2017, ekspor pertanian mencapai Rp 442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016, sehingga berdampak pada surplusnya neraca perdagangan pertanian 2017 sebesar Rp 214 triliun.
Mudahnya izin ekspor yang menjadikan pasar Indonesia menembus dunia. Dulu mengurus izin bisa 6 bulan, 1 tahun atau bahkan 2 tahun. Sekarng bisa 1 jam.
Dari data BPS, nilai ekspor komoditas hortikultura segar Januari sampai Juli 2018 mencapai Rp 1,22 triliun atau naik sebesar 60,5 persen dibanding periode yang tahun sebelumnya yakni hanya Rp 0,76 triliun.
Estimasi ekspor mangga 2018 sebesar 835 ton, naik 6% dari 2017 yang hanya 790 ton. Sementara ekspor bawang merah di tahun 2018, ditargetkan 15.000 ton, yakni naik 128 persen dibandingkan 2017 yang hanya 6.588 ton.