Suami Istri di Tulungagung Ditemukan Tewas, Warga Sebut Didik Sempat Didatangi Penagih Utang

Menurutnya pada hari Selasa (6/11/2018), datang dua orang laki-laki dan seorang perempuan ke rumah Didik.

Suami Istri di Tulungagung Ditemukan Tewas, Warga Sebut Didik Sempat Didatangi Penagih Utang
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Olah TKP rumah pasangan suami istri, Didik dan Suprihatin di Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat, Tuluangung, Jumat (9/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Pasangan suami istri (pasutri) di Tulungagung, yang diduga menjadi korban pembunuhan, Didik Adi Wibowo (56) dan Suprihatin (50), dikenal warga mempunyai usaha pengurusan STNK.

Usaha ini dimulai saat samping kanan rumah Didik dan Suprihatin dimanfaatkan untuk kantor Samsat wilayah selatan, lebih dari lima tahun silam.

Rumah Didik dan Suprihatin terletak di Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat, Tulungagung.

Berdasarkan informasi di lapangan, saat kantor Samsat itu pindah, Didik dan Suprihatin melanjutkan usaha ini hingga sekarang.

Namun, belakangan tetangga sering melihat orang datang untuk menagih STNK ke Didik dan istrinya.

Hal ini diungkapkan seorang warga bernama Ngapani (50), yang rumahnya agak berjauhan dari rumah Didik.

Polres Tulungagung Olah TKP di Rumah Suami Istri Diduga Korban Pembunuhan

Menurutnya pada hari Selasa (6/11/2018), datang dua orang laki-laki dan seorang perempuan ke rumah Didik.

Kata Ngapani, ketiga orang itu menagih utang ke Didik dan Suprihatin.

"Tahunya mereka bertiga mampir ngopi di warkop depan rumah itu," ungkap Ngapani.

Di warung kopi inilah ketiga orang itu cerita baru saja menagih utang.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved