Batik Motif Gajah Mada khas Tulungagung Jadi Primadona Gelaran Seni & Budaya 2018

Harga kain batik yang dipatok seharga Rp 125 ribu hingga Rp 600 ribu, bergantung dengan tingkat kesulitan dalam pembuatannya.

Batik Motif Gajah Mada khas Tulungagung Jadi Primadona Gelaran Seni & Budaya 2018
TRIBUNJATIM.COM/CHRISTINE AYU NURCHAYANTI
Kain batik produksi Batik Gading Kencana, Mojosari, Tulungagung di acara Gelar Seni dan Budaya Daerah 2018 "Gumebyaring Lawadan Mulya Lan Tinata" Kabupaten Tulungagung, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu Nurchayanti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -  Acara Gelar Seni dan Budaya 2018  "Gumebyaring Lawadan Mulya Lan Tinata" Kabupatan Tulungagung memamerkan kain batik asli dari Tulungagung.

Kain batik tersebut dipamerkan sekaligus diperjual-belikan melalui salah satu stan yang didirikan di halaman Taman Budaya Cak Durasim, Jalan Genteng Kali No 85, Genteng, Surabaya, Sabtu (10/11/2018).

Penjaga stan sekaligus perwakilan dari Batik Gading Kencana, Mojosari, Tulungagung, Anis S mengatakan, batik yang dipamerkan pada gelaran ini mayoritas berupa batik tulis.

"Untuk motif, utamanya motif Gajah Mada," tuturnya

Peringati Hari Pahlawan, Satlantas Tuban Gunakan Pakaian ala Tokoh Pejuang

Anis S menjelaskan, harga kain batik yang dipatok seharga Rp 125 ribu hingga Rp 600 ribu.

Menurut Anis, mahalnya harga kain batik yang dipamerkan bergantung pada prosesnya. baik berupa printing, cap tulis, atau tulis.

"Yang paling mahal ialah batik tulis. Untuk proses pembuatan batik tulis memakan waktu sekitar 3 hari," tukasnya.

Lebih lanjut Anis menyatakan bahwa kain batik yang paling diminati ialah yang berwarna cokelat dengan Gajah Mada.

Huawei Beri Diskon Menggiurkan di Hari Belanja 11.11, dari Nova 2i sampai P20 Pro Juga

Selain kain batik, juga terdapat produk olahan kain batik yaitu tas.

"Untuk tasnya dari batik tulis. Harga dipatok mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 75 ribu. Tergantung ukuran," lanjut Anis.

Anis berharap, dengan adanya acara ini, produknya dapat dikenal masyarakat luas.

"Semoga produk kami dapat dikenal oleh umum. Kami terus bisa berkarya. Juga mendapat berkah dari kegiatan ini," imbuhnya.

Pelatih Perseru Serui Sebut Bermain Tanpa Aremania Juga Dapat Untungkan Arema FC, Benarkah?

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved