Liga Indonesia

Bambang Suryo Ungkap Besaran Uang Hasil Pengaturan Skor di Sepak Bola Indonesia, Capai Rp 800 Juta

Bambang mengatakan, jumlah yang diberikan bandar dari Singapura, Malaysia dan China untuk pengaturan skor cukup fantastis.

Bambang Suryo Ungkap Besaran Uang Hasil Pengaturan Skor di Sepak Bola Indonesia, Capai Rp 800 Juta
SURYA/DYA AYU
Bambang Suryo saat ditemui di Malang, Rabu (5/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Match Fixing atau pengaturan skor bukanlah hal baru di dunia sepak bola Indonesia.

Namun, topik tersebut kini hangat-hangatnya dibahas setelah Bambang Suryo, mantan runner pengaturan skor atau match fixing sepak bola Indonesia, secara terang-terangan menyebut Vigit Waluyo sebagai mafia di acara Mata Najwa.

Tak hanya menyebut nama Vigit dan beberapa inisial mafia lainnya, Bambang juga membeberkan besaran nilai rupiah pengaturan skor yang dilakukan dalam sekali pertandingan.

Bambang mengatakan, jumlah yang diberikan bandar dari Singapura, Malaysia dan China cukup fantastis, sehingga wajar apabila banyak yang tergiur.

"Kalau zaman saya dulu sekitar Rp 400 juta ke atas. Paling rendah Rp 400 juta. Ada 450, 500, 600 bahkan Rp 800 juta. Itu dulu kasta satu dalam satu pertandingan segitu," kata Bambang Suryo, Kamis (6/12/2018).

Bambang Suryo Ibaratkan Pengaturan Skor Seperti Angin: Harus Ada Data yang Real dan Valid

Nominal itu tentu berbeda dari kasta kedua atau Liga 2.

Di Liga 2 kini dalam sekali pertandingan bandar memberikan uang sekitar Rp 200 juta.

Meski terbilang jumlah jauh di bawah Liga 1, namun di Liga 2 kasus match fixing justru lebih marak.

"Kalau kasta dua, satu pertandingan sekarang 200 juta minimal 150 juta rupiah, itu kemarin saya bicara dengan orangnya," beber Bambang.

Mafia Sepak Blola, Bambang Suryo : Proses Terjadinya Match Fixing

Meski angka tersebut terbilamg cukup fantastis, Bambang mengaku sudah tobat nasuha dan tobat nasional sejak tahun 2015, sehingga ia tak ingin kembali terlibat dalam kubangan pengaturan skor.

"2015 saya sudah mengagungkan bahwa saya tidak bermain match fixing dan lain-lain. Saya ingin memerangi match fixing dan juga ingin membersihkan nama saya," tutur Bambang.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved