Gelar Seminar di Pandaan Pasuruan, Pemerintah Diminta Mendukung Industri Daur Ulang Plastik

ADUPI menggelar seminar akhir tahun bertemakan Standar Terbaru Perizinan Usaha Daur Ulang Plastik di D'gunungan The Taman Dayu Pandaan,Kabupaten pasur

Gelar Seminar di Pandaan Pasuruan, Pemerintah Diminta Mendukung Industri Daur Ulang Plastik
(Surya/Galih Lintartika)
Suasana seminar Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) akhir tahun bertemakan Standar Terbaru Perizinan Usaha Daur Ulang Plastik di D'gunungan The Taman Dayu Pandaan, Kamis (20/12/2018) siang. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) menggelar seminar akhir tahun bertemakan Standar Terbaru Perizinan Usaha Daur Ulang Plastik di D'gunungan The Taman Dayu Pandaan,Kabupaten pasuruan,  Kamis (20/12/2018) siang.

Acara ini dihadiri sekitar 350 lebih anggota ADUPI seluruh Indonesia. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Timur, dan pihak kepolisian.

Fokus utama dalam seminar ini adalah menekankan bagaimana usaha daur ulang plastik ini bisa mendapatkan payung hukum jelas dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah

Ketua Umum ADUPI Christine Halim meminta, agar pemerintah, ikut membantu dan bersinergi dengan para pelaku usaha plastik dari skala kecil sampai skala besar dalam mengembangkan industri plastik ini.

"Industri plastik ini sangat menjanjikan, apalagi ketika didaur ulang. Selain memiliki nilai ekonomis, daur ulang plastik juga mampu membantu menyelamatkan lingkungan dari limbah plastik itu sendiri," katanya kepada TribunJatim.com.

Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Tiket Kereta Api Jurusan Malang - Jakarta Hampir Ludes Terjual

Nama Maman Abdurrahman Dicatut dalam Kasus Pengaturan Skor Piala AFF 2010: Saya Bukan Orang Suci

Foto Bareng Kahiyang Ayu di Pesta Anak Krisdayanti, Istri Denny Cagur Beberkan Sosok Putri Jokowi

Bayangkan saja, kata dia, anggota ADUPI sehari bisa mendaur ulang 10 ton sampah plastik. Anggotanya ada 360 lebih, sudah berapa ton. Kalau diglobal seluruh Indonesia, sudah berapa ton yang bisa didaur ulang.

"Ini sangat signifikan dan sangat membantu sekali karena kami membantu untuk membersihkan sampah plastik yang menjadi masalah di Indonesia," terangnya kepada TribunJatim.com.

Dijelaskannya, selama ini pihaknya sudah berjuang dan berkontribusi bagi lingkungan. Selain mendaur ulang juga membawa misi sosial yakni membersihkan sampah plastik.

"Nah acara ini, kami sangat berharap ada gerakan nyata yang mendukung kegiatan kami. Mulai dari pengurusan perizinan dan sejenisnya. Jadi, apa yang kami lakukan tidak berbenturan dengan aturan yang ada," ungkap dia.

Ia sangat menginginkan dukungan penuh dari Pemerintah. Kalau di luar negeri, industri daur ulang plastik mendapatkan dukungan penuh bahkan intensif atau subsidi.

Karena, di sana, plastik bukan menjadi masalah tapi bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku untuk industri.

"Di cina limbah plastik didaur ulang dan menjadi bahan untuk lapisan aspal. Nah saya berharap pemerintah bisa membantu kami dalam memberikan dukungan atau support untuk mengembangkan industri olahan sampah plastik seperti ini," paparnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pengolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Fauzi menjelaskan, apa yang dibahas dalam forum ini akan menjadi bahan untuk disampaikan ke pimpinan.

Prinsipnya, ia sangat mendukung apa yang dilakukan teman - teman ADUPI ini.

"Saya sangat setuju kami mulai memikirkan untuk membersihkan sampah agar tidak menjadi masalah. Tapi saya pesan, jangan sampai sampah yang didaur ulang akan menjadi sampah lagi. kalau bisa tidak seperti itu. Ini akan kami rapatkan ke pimpinan," pungkas dia.(lih/TribunJatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved